KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Keberadaan lendir pada tinja sebenarnya merupakan hal yang normal dalam sistem pencernaan manusia. Lendir alami tersebut berfungsi membantu melancarkan jalurnya kotoran di sepanjang usus besar.
Namun, jika jumlahnya meningkat secara drastis hingga mengganggu kenyamanan tubuh, masyarakat diminta untuk tidak mengabaikannya karena bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan mendasar.
Baca Juga: Karhutla Bukan Sekadar Kebakaran, Asap hingga Heat Stress Ancam Kesehatan Warga
Praktisi kesehatan, dr. Devia Irine Putri, menjelaskan bahwa peningkatan volume lendir pada kotoran dapat dipicu oleh berbagai faktor ringan hingga gangguan organ pencernaan yang memerlukan penanganan medis serius.
"Penyebab BAB berlendir sangat beragam. Mulai dari masalah harian seperti dehidrasi dan sembelit, hingga kondisi kronis seperti Penyakit Crohn, Cystic Fibrosis, kolitis ulseratif, serta Irritable Bowel Syndrome (IBS)," ujar dr. Devia.
Baca Juga: KONI Kaltim Lepas Kontingen Hoki di Kerjunas Banten, Pasang Target Tinggi
Ia menambahkan, infeksi usus akibat kontaminasi bakteri pada makanan seperti Salmonella dan Shigellosis juga kerap merangsang produksi lendir berlebih di saluran cerna.
Selain itu, gangguan penyerapan nutrisi (malabsorpsi) seperti penyakit celiac dan intoleransi laktosa, hingga risiko keganasan seperti kanker usus besar, turut menjadi jajaran penyebab yang patut diwaspadai.
Baca Juga: Mayoritas Tanah Wakaf Masjid di PPU Cuma Berbekal Surat Kades, BPN Desak Sertifikasi
Untuk penanganan awal pada kasus ringan seperti sembelit atau dehidrasi, dr. Devia menyarankan perbaikan pola hidup secara mandiri. Langkah yang dapat dilakukan meliputi konsumsi air putih yang cukup, asupan makanan tinggi serat dan terjamin kebersihannya, penambahan asupan probiotik, serta menghindari pemicu peradangan saluran cerna.
Meski demikian, pengobatan definitif untuk kasus kronis atau infeksi berat tetap memerlukan evaluasi serta perawatan medis berkelanjutan dari dokter.
Baca Juga: Keluhan Tagihan Jargas PPU Membengkak, Manajemen Tak Berikan Tanggapan
Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila menemukan gejala pendamping yang mencurigakan. Gejala tersebut meliputi diare yang tidak kunjung membaik, kram perut hebat, adanya ceceran darah pada tinja, mual dan muntah, rasa lelah berlebih, hingga penurunan berat badan secara drastis tanpa pemicu yang jelas.(*)
Editor : Thomas Priyandoko