Wajib Baca! Bahaya Makan Tanpa Cuci Tangan, Norovirus hingga Salmonella Bisa Masuk ke Tubuh

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:09 WIB
Grafis istimewa
Grafis istimewa

KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Rasa lapar sering membuat seseorang ingin segera menyantap makanan. Dalam kondisi seperti itu, mencuci tangan sebelum makan terkadang dianggap sebagai hal kecil yang bisa dilewati.

Padahal, tangan menjadi salah satu jalur paling mudah bagi mikroorganisme untuk berpindah dari benda yang disentuh sehari-hari menuju makanan dan kemudian masuk ke tubuh.

Dokter sekaligus pemerhati kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kebiasaan makan tanpa membersihkan tangan.

Baca Juga: Pesan Listyo Sigit untuk Calon Kapolri: 4 Komjen Penerus Berdasarkan Usia Pensiun dan Pengalaman

Menurut dia, tangan dapat bersentuhan dengan berbagai benda yang berpotensi membawa kuman, mulai dari telepon seluler, uang, gagang pintu hingga fasilitas umum.

Persoalannya, kotoran dan mikroorganisme pada tangan tidak selalu terlihat secara kasatmata.

Saat seseorang langsung memegang makanan, mikroorganisme tersebut berpeluang ikut berpindah. Dari makanan, kuman kemudian dapat masuk ke saluran pencernaan.

Bisa Memicu Gangguan Pencernaan

Risiko yang muncul tidak hanya sebatas tangan terlihat kotor. Sejumlah mikroorganisme dapat menyebabkan penyakit apabila masuk ke tubuh.

CDC menyebut bakteri dan virus seperti Salmonella, norovirus, dan Campylobacter termasuk mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan. Gejalanya antara lain diare, sakit atau kram perut, mual, muntah dan demam.

Kuman juga dapat berpindah melalui tangan ketika seseorang menyentuh benda yang telah terkontaminasi.

CDC menjelaskan, tangan yang belum dicuci dapat membawa kuman ke mulut, hidung atau mata. Mikroorganisme juga dapat berpindah ke makanan dan minuman ketika seseorang menyiapkan atau mengonsumsinya.

Karena itu, mencuci tangan bukan sekadar persoalan kebersihan. Kebiasaan tersebut merupakan salah satu langkah sederhana untuk menekan risiko penyebaran penyakit.

Baca Juga: Profil Komjen Syahardiantono yang Bikin Heboh DPR: Kabareskrim Calon Kuat Pengganti Kapolri

Jangan Hanya Cuci Tangan Saat Terlihat Kotor

Kesalahan yang sering terjadi adalah mencuci tangan hanya ketika tangan terlihat kotor.

Padahal, tangan dapat membawa mikroorganisme meski secara kasatmata tampak bersih.

CDC merekomendasikan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 20 detik. Bagian punggung tangan, sela-sela jari hingga area di bawah kuku perlu dibersihkan sebelum tangan dibilas dan dikeringkan.

Waktu mencuci tangan juga tidak hanya sebelum makan.

Kebiasaan tersebut penting dilakukan sebelum, selama dan setelah menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, setelah menyentuh hewan maupun kotorannya, serta setelah menangani sampah.

Makanan Juga Harus Dijaga

Mencuci tangan merupakan salah satu bagian dari upaya menjaga keamanan makanan. Kebersihan tangan perlu diikuti dengan cara mengolah dan menyimpan makanan yang benar.

CDC menyarankan empat langkah utama dalam menjaga keamanan pangan, yakni clean, separate, cook, dan chill atau membersihkan, memisahkan bahan pangan berisiko, memasak hingga matang dan menyimpan makanan pada suhu yang aman.

Bahan makanan mentah seperti daging, unggas, makanan laut dan telur juga perlu dipisahkan dari makanan yang siap dikonsumsi. Tujuannya mencegah terjadinya kontaminasi silang.

Kebiasaan sederhana itu menjadi semakin penting karena sebagian kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi berat akibat penyakit bawaan makanan, termasuk anak-anak di bawah lima tahun, lanjut usia, ibu hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca Juga: Bursa Calon Kapolri 2026 Menghangat: Daftar 10 Komjen yang Berpeluang Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Beberapa jenis mikroorganisme yang perlu diwaspadai antara lain Norovirus, Salmonella, Escherichia coli (E. coli), Shigella, Campylobacter, serta virus penyebab Hepatitis A.

Norovirus dikenal sebagai salah satu penyebab utama muntah dan diare yang penularannya sangat mudah. Sementara itu, infeksi Salmonella dapat menimbulkan diare, demam, nyeri atau kram perut, bahkan berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.

Kuman lainnya juga memiliki dampak berbeda. E. coli dan Campylobacter dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sedangkan Shigella dapat memicu disentri. Dalam kondisi tertentu, kebersihan tangan yang buruk juga dapat berperan dalam penyebaran penyakit infeksi lainnya.

Risiko menjadi lebih besar ketika tangan sebelumnya bersentuhan dengan benda atau permukaan yang tercemar kotoran, termasuk feses, kemudian digunakan untuk mengambil makanan.

Artinya, makanan yang disiapkan secara higienis tetap berpotensi menjadi sumber penularan apabila dikonsumsi menggunakan tangan yang telah terkontaminasi.

Menurut penjelasan yang mengacu pada informasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kuman yang berasal dari feses merupakan salah satu jalur penting penyebaran penyakit diare. Mikroorganisme seperti Norovirus, Salmonella dan E. coli dapat berpindah melalui tangan yang tidak dicuci dengan benar.

Gangguan kesehatan yang muncul pun tidak selalu ringan. Selain diare dan muntah, seseorang dapat mengalami demam, gastroenteritis, keracunan makanan hingga disentri dan tifoid. Pada kondisi tertentu, telur atau bentuk parasit juga bisa ikut masuk ke tubuh melalui tangan yang tercemar.

Karena itu, menjaga kebersihan tangan menjadi langkah sederhana yang penting dilakukan sebelum makan. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membantu mengurangi jumlah kuman yang berpotensi masuk ke tubuh.

Kebiasaan tersebut terutama perlu dilakukan setelah menggunakan toilet, setelah memegang benda atau permukaan yang kotor, dan sebelum menyentuh makanan.

Baca Juga: 2.946 Titik Panas Kepung Kalimantan dan Sumatera, Karhutla Riau Tembus 700 Hektare

Jangan hanya memastikan makanan terlihat bersih. Tangan yang digunakan untuk menyentuh makanan juga harus dipastikan bersih agar risiko penularan penyakit dapat ditekan.

Editor : Uways Alqadrie
mencuci tangan sebelum makan bahaya tidak mencuci tangan wisata kuliner di Kaltim wisata kuliner di Samarinda