Stres Ternyata Bisa Bikin Tekanan Darah Naik, Coba 3 Kebiasaan Ini untuk Redakan!

Hernawati • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 18:05 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

KALTIMPOST.ID, Jangan menganggap remeh stres. Sebab, stres tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan fisik, termasuk memicu kenaikan tekanan darah.

Stres dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti kecemasan, pikiran yang berpacu, kabut otak, hingga sulit fokus.

Banyak orang tidak sadar kalau kondisi ini bukan hanya persoalan psikologis, tetapi juga berdampak langsung pada sistem tubuh.

Hal ini berkaitan dengan respons fisiologis yang dikenal sebagai respons 'lawan atau lari'.

Baca Juga: Benarkah Haji Isam Ditunjuk Prabowo Pimpin Penanganan Karhutla di Kalteng? Ini Penjelasan Mensesneg

Ketika respons ini aktif, tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol yang meningkatkan detak jantung, menyempitkan pembuluh darah, dan akhirnya menaikkan tekanan darah.

Dalam jangka panjang, aktivasi berulang dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung.

Namun, Anda jangan khawatir. Ada beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan untuk menstabilkan tekanan darah. Apa saja? Yuk disimak!

1.  Latihan pernapasan tiap hari

Empat ahli jantung sepakat bahwa latihan pernapasan menjadi salah satu kebiasaan terbaik untuk membantu meredakan stres dan menurunkan tekanan darah. Latihan ini dapat dilakukan setidaknya sekali sehari pada waktu yang paling nyaman dan tidak membutuhkan peralatan khusus.

Menurut ahli jantung intervensi dan Direktur Medis Structural Heart Program di MemorialCare Saddleback Medical Center, dr. Cheng-Han Chen, latihan pernapasan juga berkaitan dengan kerja saraf vagus yang menghubungkan otak dengan berbagai organ, termasuk jantung.

“Melakukan latihan pernapasan akan merangsang saraf vagus dan menurunkan produksi hormon stres seperti adrenalin, yang kemudian akan menurunkan tekanan darah dalam tubuh,” kata dr. Chen.

Salah satu teknik yang dapat dicoba adalah box breathing. Caranya dengan menarik napas selama empat hitungan, menahannya selama empat hitungan, mengembuskan napas selama empat hitungan, kemudian menahannya kembali selama empat hitungan.

2.  Bersosialisasi

Hubungan sosial juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk membantu mengelola stres.

Berbicara dengan keluarga, bertemu teman, atau melakukan aktivitas bersama orang terdekat dapat membantu seseorang menghadapi tekanan sehari-hari.

3.  Rutin berkegiatan fisik

Bergerak secara teratur juga dapat membantu mengelola stres sekaligus mendukung kesehatan jantung.

Aktivitas seperti jalan cepat dapat menjadi pilihan sederhana karena mudah dilakukan tanpa membutuhkan perlengkapan khusus.

Dengan aktivitas fisik membantu tubuh melepaskan endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati. 

Yoga juga dapat menjadi pilihan karena menggabungkan latihan pernapasan, gerakan tubuh, dan meditasi.

Kombinasi tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah. 



Editor : Hernawati
tekanan darah stres kesehatan mental