KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Jarum insulin masih kerap dianggap sebagai tanda bahwa pasien diabetes telah “ketergantungan” obat. Padahal, menurut dr Sekolastika Indriaty Sundari Sasongko yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam, penggunaan insulin sangat bergantung pada perjalanan penyakit setiap pasien.
“Tidak harus. Tergantung. Jadi tiap pasien itu beda,” tegasnya.
Diabetes merupakan penyakit progresif. Seiring perjalanan penyakit, fungsi sel beta pankreas yang memproduksi insulin dapat menurun. Ketika kemampuan tersebut semakin melemah, tubuh membutuhkan tambahan insulin dari luar.
Baca Juga: BMKG Ungkap Efektivitas Modifikasi Cuaca Kaltim, Dongkrak Hujan 30 Persen dan Redam Karhutla
“Jadi saat prediabetes saja sudah dimulai. Dia mulai turun. Makin lama nanti dia makin failure, enggak bisa produksi lagi. Itu makanya butuh (insulin) dari luar,” jelas Indri.
Artinya, insulin bukan membuat tubuh menjadi ketergantungan. Justru, pada kondisi tertentu, insulin diberikan karena “pabrik” insulin di dalam tubuh sudah tidak mampu memproduksi hormon tersebut dalam jumlah yang cukup.
Oleh sebab itu, tidak semua pasien diabetes otomatis membutuhkan insulin seumur hidup. Kondisi tiap orang berbeda, termasuk fungsi pankreas, pola makan, aktivitas fisik dan kondisi tubuh. “Bukan ketergantungan insulin. Karena failure. Karena tubuhnya itu tidak bisa memproduksi lagi,” bebernya.
Baca Juga: Diabetes Tak Lagi Menunggu Tua, Gaya Hidup Jadi Alarm
Yang menjadi tujuan utama pengobatan bukan sekadar melepas pasien dari insulin, melainkan menjaga gula darah tetap terkendali. Sebab, gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah, saraf, ginjal dan organ lainnya.
Bila diabetes sudah berkomplikasi, pengobatan pun bisa melibatkan dokter dari berbagai bidang. Pada penyakit ginjal kronis, misalnya, pengendalian gula darah diperlukan untuk memperlambat progresivitas kerusakan.
Maka, yang perlu ditakuti bukan jarum insulin. Yang lebih berbahaya adalah membiarkan gula darah tidak terkendali sampai kemampuan tubuh memproduksi insulin dan fungsi organ terus menurun. (*)
Editor : Dwi Restu A