Asap Karhutla Memicu Serangan Asma Akut, Ini Imbauan PDPI

Ari Arief • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Ilustrasi penderita asma diimbau memakai masker dan inhaler dalam situasi karhutla.(generate ai)
Ilustrasi penderita asma diimbau memakai masker dan inhaler dalam situasi karhutla.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, khususnya asma, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan para penderita asma untuk segera melakukan langkah antisipasi guna mencegah terjadinya serangan asma akut akibat penurunan kualitas udara.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Ternyata 7 Makanan Ini Bantu Tidur Lebih Nyenyak

"Konsultasi ke dokter untuk jenis dan dosis obat. Yang perlu diantisipasi tentu adalah serangan asma akut," kata Prof Tjandra, Rabu (26/8).

Ia menjelaskan bahwa pasien asma wajib menggunakan obat inhaler controller secara rutin sesuai anjuran dokter saat berhadapan dengan paparan asap. Selain itu, penggunaan obat reliever juga harus diperhatikan apabila timbul gejala mendadak seperti sesak napas.

Baca Juga: Kalender September 2026 Lengkap: Tanggal Merah dan Hari Besar Nasional-Internasional

Asap karhutla mengandung partikel halus berukuran 2,5 mikron (PM2.5) yang jika terhirup dapat memicu inflamasi atau peradangan pada saluran pernapasan. Selain PM2.5, asap pembakaran tanaman juga membawa gas berbahaya seperti nitrogen dioksida (NO2), ozon, hidrokarbon aromatik, serta berbagai senyawa organik lainnya.

Menurut Direktur Pascasarjana Universitas YARSI ini, dampak paparan asap dapat memicu gangguan kesehatan dari tingkatan akut hingga jangka panjang.

Baca Juga: MEMANAS! Kecewa Tak Ditemui Bank Tanah, Warga Korban Relokasi IKN Ancam Segel Bandara VVIP

Gejala dan Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai:

Baca Juga: Konflik Lahan Relokasi, Warga Dua Kelurahan PPU Ancam Duduki Bandara VVIP IKN

Tidak hanya mengancam fisik secara langsung, karhutla dengan intensitas tinggi dan skala luas juga berpotensi melumpuhkan akses pelayanan kesehatan, merusak pasokan air bersih, serta mengganggu jalur transportasi dan komunikasi warga.

Sebagai langkah pencegahan, Prof Tjandra mengimbau masyarakat untuk menjauhi titik kebakaran aktif dan membatasi aktivitas di luar rumah.

Baca Juga: J&T Express Genap 11 Tahun, Volume Pengiriman Naik 65 Persen: Apa Strategi di Baliknya?

"Hindari perjalanan yang tidak terlalu perlu dan gunakanlah masker yang baik, bahkan bila perlu dalam bentuk respirator, kalau harus ke daerah dekat kebakaran hutan," ujarnya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
inhaler asma kesehatan karhutla