KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) diimbau untuk lebih cermat dalam mengatur pola makan harian. Pasalnya, kebiasaan mengonsumsi makanan pemicu dapat memperburuk kelumpuhan atau melemahnya katup sfingter esofagus bawah, yang menyebabkan asam lambung naik ke saluran kerongkongan.
Ahli kesehatan mengingatkan sejumlah makanan dan minuman yang kerap memicu keluhan GERD. Di antaranya makanan berasam tinggi seperti jeruk dan tomat, alkohol, cokelat, kafein, mint, makanan berlemak tinggi, hingga sajian pedas.
Meski demikian, respons tubuh setiap individu berbeda-beda. Penderita disarankan mencatat jenis makanan yang memicu reaksi dan berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
Guna menjaga kenyamanan pencernaan, penderita GERD dapat mengalihkan pilihan pada bahan makanan rendah lemak serta kaya serat, seperti dada ayam tanpa kulit, ikan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sayuran. Pola makan juga perlu diubah menjadi porsi kecil namun sering, serta menghindari makan mendekati waktu tidur.
Beberapa opsi olahan sehat rendah minyak yang direkomendasikan untuk menu harian meliputi:
-
Sup Ayam Kentang: Menggunakan dada ayam tanpa kulit dan kentang dengan bumbu sederhana tanpa santan maupun cabai.
-
Pepes Tahu: Olahan protein nabati yang dikukus sehingga meminimalkan penggunaan minyak goreng.
-
Sayur Bening Bayam Jagung: Sajian kaya serat yang minim lemak untuk memperlancar proses pencernaan.
Penyesuaian cara masak dan pemilihan bahan makanan yang ramah lambung menjadi kunci utama dalam mengelola gejala GERD agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.(*)
Editor : Thomas Priyandoko