Mengapa Kesalahan Kecil Bisa Bikin Meledak? Ini Penjelasan Psikologi Klinis

Ari Arief • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 14:44 WIB
Sering meledak akibat hal sepele ternyata akumulasi dari stres.(generate ai)
Sering meledak akibat hal sepele ternyata akumulasi dari stres.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kesalahan kecil dalam kehidupan sehari-hari acap kali memicu reaksi emosional yang berlebihan, seperti rasa kecewa berat hingga marah pada diri sendiri. Pakar psikologi menilai respons tersebut tidak selalu berarti seseorang terlalu sensitif, melainkan dapat dipicu oleh akumulasi stres yang belum terselesaikan.

Melansir Mylife Psychologists, Minggu (20/9/2026), emosi dalam perspektif psikologi klinis merupakan bagian dari sistem otak yang berfungsi mengenali kebutuhan tak terpenuhi atau ancaman yang dipersepsikan. Ketika sistem saraf terus-menerus menghadapi tekanan pekerjaan, masalah hubungan, atau kurang tidur tanpa waktu pemulihan yang cukup, kemampuan regulasi emosi akan menurun drastis.

Baca Juga: Samsung Rilis Galaxy S26 Series Rekondisi Resmi, Baterai Baru dan Lebih Murah Jutaan Rupiah

Kondisi tersebut membuat kesalahan kecil kerap menjadi pemicu terakhir (trigger) dari ledakan emosi yang sudah menumpuk lama. Selain beban stres, intensitas respons emosional seseorang juga dipengaruhi oleh tingkat sensitivitas bawaan serta pengalaman masa lalu yang mengendap secara tidak disadari.

Untuk mengatasinya, para ahli menegaskan pentingnya regulasi emosi ketimbang memendam perasaan. Penanganan dapat dimulai dengan mengenali pemicu emosi, memberi jeda sebelum memberikan reaksi, serta mengidentifikasi perasaan yang sedang dialami secara jelas agar dapat direspons secara adaptif.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
sensitif Emosional marah