Tiap 4 Menit Sekali Cek HP? Hati-Hati, Kecanduan Layar Digital Ubah Cara Kerja Otak

Ari Arief • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 15:19 WIB
Ilustrasi sekumpulan orang yang masing-masing sibuk dengan gadget-nya.(generate ai)
Ilustrasi sekumpulan orang yang masing-masing sibuk dengan gadget-nya.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kebiasaan memeriksa ponsel secara terus-menerus tanpa disadari telah mengubah cara kerja otak. Ketergantungan pada layar digital tak sekadar menyita waktu, tetapi juga terbukti memicu lonjakan hormon stres, memperpendek rentang konsentrasi, hingga memicu kecemasan kronis.

Berdasarkan riset Harvard Business Review, rata-rata orang memeriksa gawai hingga 344 kali dalam sehari, atau setara dengan sekali setiap empat menit. Aktivitas membolak-balik media sosial secara berkala ini memicu hormon dopamin yang menciptakan siklus kecanduan digital.

Baca Juga: Mengapa Kesalahan Kecil Bisa Bikin Meledak? Ini Penjelasan Psikologi Klinis

Para ahli kesehatan mental menyoroti sejumlah dampak negatif dari paparan layar yang konstan. Penggunaan gawai hingga larut malam memicu hormon kortisol—hormon stres yang sama saat manusia berada dalam situasi bahaya. Selain itu, kebiasaan terus-menerus membaca berita buruk (doomscrolling) serta paparan cahaya biru terbukti menguras energi mental dan merusak kualitas tidur.

Menanggapi ancaman gangguan mental ini, tren analog wellness atau detoks digital mulai marak digandrungi generasi muda. Banyak Generasi Z kini memilih beralih ke aktivitas luring seperti menulis jurnal, membuat kerajinan tangan, hingga mengoleksi piring hitam untuk memulihkan kesehatan mental dan fokus kehidupan mereka.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
hormon ponsel stres kronis