Warga Kaltim Penyuka Ikan Harus Waspada, Ikan Kakap dengan Kondisi Ini Bisa Beracun

Ari Arief • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:29 WIB
Ilustrasi tips memilih ikan kakap yang aman.(generate ai)
Ilustrasi tips memilih ikan kakap yang aman.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Warga Kalimantan Timur pecinta ikan diimbau untuk lebih berhati-hati saat membeli dan mengonsumsi ikan kakap. Pasalnya, ikan ini berpotensi mengandung ciguatoksin, jenis racun laut yang tidak hilang meskipun telah dimasak.

Dosen Departemen Teknologi Hasil Perairan IPB University, Prof. Joko Santoso, menjelaskan bahwa masyarakat sebenarnya tidak perlu langsung menghindari ikan kakap secara keseluruhan. Pada dasarnya ikan kakap aman dikonsumsi, namun risiko keracunan (ciguatera) muncul pada kondisi dan kriteria tertentu.

“Spesies, habitat, ukuran, umur, dan lokasi penangkapan menjadi faktor penting. Kakap yang hidup di ekosistem terumbu karang dan berukuran lebih besar serta lebih tua cenderung lebih berisiko mengakumulasi ciguatoksin,” ujar Prof. Joko.

Ciguatoksin berasal dari rantai makanan laut, seperti mikroalga Gambierdiscus, yang memicu akumulasi racun pada ikan karang besar bersifat predator. Selain ciguatoksin, ikan predator besar dan berumur panjang dari perairan tercemar juga berisiko mengandung logam berat seperti merkuri.

Ikan yang terpapar ciguatoksin tidak menunjukkan tanda-tanda khusus—tidak terlihat sakit, serta tidak mengalami perubahan rasa, bau, maupun bentuk fisik. Ikan yang tampak segar pun tetap bisa mengandung racun tersebut.

Untuk meminimalkan risiko keracunan, berikut tujuh panduan aman dalam memilih dan mengolah ikan kakap:

  1. Kejelasan sumber: Beli dari nelayan, pasar, atau penjual yang mengetahui pasti asal tangkapan.

  2. Cek lokasi penangkapan: Hindari ikan yang berasal dari wilayah dengan riwayat kasus ciguatera atau memiliki peringatan resmi.

  3. Waspadai ukuran besar: Lebih berhati-hati pada kakap berukuran sangat besar yang berasal dari ekosistem terumbu karang.

  4. Pilih ukuran lebih kecil: Kakap yang lebih kecil dan muda memiliki tingkat akumulasi racun yang jauh lebih rendah.

  5. Jangan terkecoh kesegaran: Ciguatoksin tidak dapat terdeteksi hanya dari tampilan fisik luar ikan.

  6. Perhatikan kebersihan fisik: Pilih ikan bermata jernih, insang tidak berlendir, daging kenyal, dan disimpan di suhu dingin untuk menghindari kontaminasi bakteri.

  7. Masak hingga matang: Memasak matang efektif membunuh mikroorganisme atau bakteri, meski tidak dapat menghancurkan ciguatoksin.

Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi dan peringatan resmi dari dinas terkait mengenai keamanan wilayah perairan tangkapan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
Kakap racun ikan