KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Keluhan sakit gigi yang datang berulang atau gusi yang mendadak bengkak kerap dianggap sebagai masalah ringan oleh masyarakat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal kerusakan gigi yang telah mencapai tahap dalam dan membutuhkan penanganan medis segera.
Dokter gigi Rahmanto Budi mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan ke dokter gigi. Penanganan sejak dini sangat krusial agar kerusakan tidak semakin parah.
Baca Juga: Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas hingga Empat Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan
"Perawatan gigi tidak seharusnya baru dilakukan ketika rasa sakit sudah tidak tertahankan. Mengenali tanda-tanda kerusakan gigi sejak awal dapat membantu menentukan penanganan yang tepat," ujar Rahmanto.
Beberapa gejala utama yang memerlukan pemeriksaan segera antara lain sakit gigi berkepanjangan, gigi berlubang dalam, gusi bengkak, timbulnya benjolan pada gusi, serta rasa nyeri intens yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Ex-Mess Korindo di PPU, Alumni Galang Bantuan Rp 16 Juta untuk Korban
Rahmanto menjelaskan, kondisi gigi yang rusak berat tidak selalu berakhir dengan pencabutan. Salah satu tindakan medis yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan gigi adalah Perawatan Saluran Akar (PSA).
melalui prosedur PSA, saluran akar gigi yang terinfeksi akan dibersihkan untuk menghilangkan sumber nyeri. Dengan demikian, sumber masalah utama ditangani tanpa harus kehilangan struktur asli gigi sehingga fungsi utamanya tetap terjaga.
Baca Juga: Rekam Jejak Guruh Soekarnoputra yang Memilih Jalan Berbeda dari Kakak-kakaknya
Sebaliknya, membiarkan infeksi gigi tanpa perawatan medis berisiko memicu komplikasi yang jauh lebih serius. Lubang pada gigi merupakan sarang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Jika dibiarkan terus-menerus, infeksi dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya hingga masuk ke dalam aliran darah.
"Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta menangani infeksi secara tepat merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan," tegasnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko