KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Pendekatan medis dalam penanganan kanker payudara kini mengalami pergeseran signifikan. Jika dahulu penyakit ini dianggap sebagai satu jenis penyakit tunggal dengan terapi yang seragam, perkembangan teknologi medis saat ini memungkinkan pengobatan dilakukan secara personal (personalized medicine) sesuai karakteristik molekuler tumor pasien.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Onkologi dari Parkway Cancer Centre (PCC) Singapura, dr. Khoo Kei Siong, dalam sesi diskusi Media Gathering 20 Tahun PCC Singapura di Jakarta.
Baca Juga: Bill Gates Minta Pemerintah Turun Tangan: AI Cukup Kuat Sebabkan 1 Miliar Kematian!
"Dulu kita memahami kanker payudara sebagai satu penyakit saja. Namun dengan pemahaman yang lebih baik saat ini, kanker payudara sudah diklasifikasikan lebih lanjut karena terapinya pun akan berbeda," ujar dr. Khoo.
Saat ini, kanker payudara dikelompokkan ke dalam beberapa jenis utama, seperti kanker yang sensitif terhadap hormon, HER2 positif, dan triple negative. Klasifikasi ini menjadi dasar penentuan jenis terapi yang paling efektif bagi pasien.
Baca Juga: Cek HP Anda! Samsung Gulirkan Update Keamanan September 2026 dan One UI 9
Salah satu terobosan penting dalam pengobatan ini adalah penggunaan genomic profiling atau pemeriksaan profil genetik tumor. Metode ini digunakan untuk mengukur skor risiko kekambuhan (recurrence score) pada pasien tertentu.
Dengan genomic profiling, tim medis dapat mengidentifikasi tingkat risiko kekambuhan pasien secara presisi. Pasien dengan risiko tinggi akan diarahkan untuk menerima kemoterapi, sedangkan pasien dengan risiko kekambuhan rendah cukup menjalani terapi hormon tanpa harus melewati proses kemoterapi.
Baca Juga: Mobil Mogok dan Terdengar Bunyi Klik? Jangan Buru-buru Ganti Aki, Ini Penyebabnya
"Pemeriksaan ini memungkinkan kita memilih pasien yang berisiko tinggi untuk mendapatkan perawatan lebih intensif, serta menyaring pasien berisiko rendah agar terhindar dari perawatan yang tidak diperlukan," jelasnya.
Meski demikian, dr. Khoo menegaskan bahwa genomic profiling tidak dilakukan pada semua penderita, melainkan ditujukan bagi kelompok risiko tertentu—khususnya pasien dengan ukuran tumor relatif kecil serta memiliki status reseptor estrogen (ER) dan progesteron (PR) positif.
Baca Juga: Bisa Bikin Kaca Tergores, Ini Urutan Merawat Wiper Mobil Agar Awet dan Optimal
Selain kemoterapi dan terapi hormon, opsi penanganan kanker payudara saat ini juga mencakup imunoterapi dan terapi target. Setiap jenis terapi memiliki mekanisme kerja serta efek samping yang berbeda, sehingga pemilihan pengobatan kini sepenuhnya disesuaikan dengan profil genetik serta kondisi spesifik masing-masing pasien.(*)
Editor : Thomas Priyandoko