KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kebiasaan mengorek hidung atau ngupil yang sering dilakukan tanpa sadar rupanya menyimpan risiko kesehatan serius. Meski tampak sepele, aktivitas ini dapat memicu infeksi hingga perdarahan, terutama jika dilakukan dengan kuku tajam atau tangan yang kotor.
Rongga hidung dilapisi oleh jaringan mukosa yang berfungsi menyaring partikel asing sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Ketika jaringan ini kerap tergores, lapisan pelindungnya rentan mengalami iritasi dan luka.
Baca Juga: Panduan Lengkap: 5 Cara Gratis Hilangkan Iklan Murni di HP Android Tanpa Root
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan mengonfirmasi bahwa mengorek hidung secara berlebihan menjadi salah satu pemicu utama mimisan. Gesekan kuku tajam dapat memecahkan pembuluh darah halus di dalam rongga hidung.
Selain luka fisik, kebiasaan ini juga berisiko menyebarkan bakteri berbahaya. Studi dalam jurnal Infection Control & Hospital Epidemiology mengungkapkan bahwa bakteri Staphylococcus aureus ditemukan pada 53,6 persen pasien klinik THT yang gemar mengorek hidung. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok yang tidak melakukannya (35,5 persen).
Baca Juga: Imbas Demam AI, Produsen Diprediksi Ogah Bikin HP Murah Mulai 2030
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bakteri tersebut mendiami kulit dan hidung sekitar 30 persen populasi manusia. Walau umumnya tidak berbahaya, bakteri ini bisa memicu infeksi serius bila masuk lewat luka terbuka di rongga hidung.
Risiko penularan penyakit virus juga meningkat. Penelitian terhadap tenaga kesehatan di Belanda pada 2020 menunjukkan adanya korelasi antara kebiasaan ngupil dengan tingginya tingkat infeksi SARS-CoV-2.
Baca Juga: Peringatan Dokter, Jangan Sembarangan Dipijat saat Alami Saraf Kejepit
Dalam kasus yang lebih parah, tindakan agresif saat mengorek hidung dapat memicu terbentuknya abses septum hidung—kondisi penumpukan nanah di dinding penyekat hidung yang membutuhkan penanganan medis intensif.
Guna menekan risiko infeksi, masyarakat diimbau untuk rutin mencuci tangan, menggunakan nasal spray atau pembersih hidung yang lembut saat hidung terasa kering, serta menjaga kelembapan udara ruangan. Pemeriksaan ke dokter sangat disarankan apabila muncul gejala mimisan berulang, luka tak kunjung sembuh, nyeri hebat, hingga pembengkakan pada rongga hidung.(*)
Editor : Thomas Priyandoko