Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rezeki di Balik Mangkraknya Jembatan ATJ Melak

Sunardi • Rabu, 7 Agustus 2024 | 17:27 WIB

FERI: Penyeberangan Melak-MMB buka lapangan pekerjaan bagi sebagian warga Melak Ilir. (FOTO: SUNARDI/KP)
FERI: Penyeberangan Melak-MMB buka lapangan pekerjaan bagi sebagian warga Melak Ilir. (FOTO: SUNARDI/KP)
KALTIMPOST.ID, Jalur transportasi darat yang menghubungkan Kecamatan Melak dengan Kecamatan MMB hingga kini belum tersambung melalui darat. Menyusul mangkraknya pembangunan jembatan ATJ.

 

Namun jauh sebelum ada wacana pembangunan jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ), masyarakat sekitar sudah mengandalkan kapal feri untuk menyeberang.

 

Kapal feri berukuran panjang kurang lebih 15 meter dan lebar 5 meter

 jadi satu-satu moda transportasi untuk penyeberangan dari Kecamatan Melak ke Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB) yang membawa kendaraan roda dua maupun roda empat.

 

Feri penyeberangan di RT 5 Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, Kubar masih jadi alternatif warga.

 

Walau mereka harus mengeluarkan biaya cukup besar. Roda dua bayar Rp 5 ribu, sedangkan roda empat Rp 25 ribu sekali menyeberang, Tarif tersebut jika menyeberang pada pukul 06.00 Wita hingga 22.00 Wita.

Tarif akan berbeda jika menyeberang pada pukul 22.00 - 06.00 Wita, kendaraan roda dua Rp.10 ribu dan kendaraan roda empat Rp 50 ribu.

Feri penyeberangan ini juga mendatang rezeki tersendiri khususnya warga di Melak Ilir yang ambil bagian menjadi operator dalam memberikan jasa untuk menyeberangkan warga.

 

"Ya lumayan lah pak, daripada harus kerja jauh. Kalau di sini saat istirahat bisa ke rumah," kata Anto, salah satu pekerja di feri penyeberangan, Rabu ( 7/8/2024)

 

Anto yang sudah dua tahun bersama tiga orang rekannya bekerja sebagai operator feri mengungkapkan, hasil yang didapatnya cukup lumayan. Apalagi saat ini banyak perusahaan dan travel ke Samarinda lewat Kecamatan MMB.

 

"Hitung-hitung sebulan adalah Rp 6-7 juta bagian satu orang," ungkapnya.

 

Ia menambahkan jika kapal feri penyeberangan dan mesin yang digunakan itu dipakai mereka dengan sistem rental per hari.

 

"Kita ada beberapa grup, setiap 24 jam berganti grup. Biasanya setiap pukul 17.00," lanjutnya.

 

Ditambahkannya, feri penyeberangan Melak ada 4. Masing-masing mengoperasikan 2 kapal feri jika saat air normal atau surut. Namun jika air naik atau banjir, setiap penyeberangan hanya satu kapal yang beroperasi.

"Kalau saat banjir dikurangi jumlah kapal feri nya karena tempat bersandar diseberang hanya cukup dua feri," ucapnya.

 

Diketahui penyeberangan feri Sungai Mahakam, Kutai Barat yang menghubungkan Kecamatan Melak dan Kecamatan MMB, Melayani kendaraan roda 2, roda 4 dan roda 6 (untuk roda 6 khusus kosongan).

 

Sudah beroperasi belasan tahun dan menjadi lapangan pekerjaan untuk sebagian warga Melak Ilir.

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#Jembatan atj melak mangkrak