KALTIMPOST.ID, Atlet junior atletik asal Kubar, Patrick Hatuai Timoty Kainama, kembali berhasil meraih perunggu dalam Kejurnas Cabor Atletik antar Sekolah Khusus Olahraga se-Indonesia di Bangka Belitung (6-8/8/2024).
Dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tersebut, Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kalimantan Timur (Kaltim) mengirim 8 atlet 2 pelatih serta official.
Patrick yang tercatat sebagai atlet junior Kutai Barat yang nanti dipersiapkan untuk ambil bagian di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kaltim 2025 dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Paser 2026.
Walaupun persiapan kurang maksimal karena semula berpikir tidak diberangkatkan, namun Patrick masih mampu menyegel podium ke 3 meraih medali perunggu.
Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor melalui lemparan sejauh 47,15 m. Pada Kejurnas ini ia harus mengakui keunggulan atlet pelajar lainnya dari PPLP Lampung dan PPLP Jateng yang menyegel podium pertama medali emas dan podium kedua medali perak.
Hasil keseluruhan tim SKOI Kaltim pada Kejurnas di Bangka Belitung membawa pulang 1 medali emas, 1 perak, 2 perunggu.
Masing-masing pada nomor 100 meter Gawang Putri meraih medali emas oleh Dilfa Rizky Fakhira. Kemudian, nomor lempar cakram putra merengkuh perak dari Rayhan Saputra.
Selanjutnya, nomor lari 200 m Putri mendapat medali emas oleh Stefania Name, dan nomor lontar martil medali perunggu oleh Patrick Hatuai Timoty Kainama.
"Ya sangat bersyukur dengan persiapan yang sangat minim masih bisa bawa pulang medali perunggu, terima kasih dukungan dan bimbingan pelatih, official, dan keluarga," ungkap Patrick kepada KALTIMPOST.ID, Sabtu (10/8/2024).
Sepulang dari Kejurnas, Patrick berencana pulang ke Barong Tongkok, Kutai Barat, menemui orangtua dan keluarganya setelah hampir satu setengah tahun tidak pulang.
"Kangen orang tua dan keluarga sudah lama tidak pulang, melewati Natal dan Tahun Baru bersama keluarga di Kubar karena musti fokus dengan persiapan kejuaraan-kejuaraan yang saya ikuti," ucapnya.
Kepulangan Patrick ke Kubar juga untuk mengurus KTP dan SIM karena selama ini ia hanya menggunakan Kartu Identitas Anak (KIA).
Juli kemarin, ia berusia 17 tahun dan sudah bisa mengurus surat-surat resmi lainnya untuk mempersiapkan kelanjutan studinya.
"Setelah selesai di SKOI, saya ingin menggapai cita-cita saya untuk masuk Akademi Militer," pungkasnya.
Editor : Almasrifah