Pihak kepolisian beberapa waktu lalu telah melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian Amel. Selain itu polisi juga kembali memeriksa kedua orang tua Amel dengan didampingi psikolog dan kuasa hukumnya.
"Masih terus dikembangkan, juga menunggu hasil autopsi. Nanti akan kami infokan jika ada perkembangan terbaru," ungkap Kasat Reskrim Polres Kubar AKP Asriadi kepada Kaltimpost.id, Senin (26/8/2024)
Lebih jauh AKP Asriadi menjelaskan, pemeriksaan ulang terhadap orang tua Amel dilakukan untuk menyinkronkan keterangan dengan alat bukti yang ditemukan selama proses penyelidikan dan penyidikan.
Adapun alat bukti yang telah disita penyidik, di antaranya pakaian Amel,,kemudian rantai hewan yang sempat terekam diikat pada kaki Amel sebelum hilang, handphone, video dugaan penganiayaan dan beberapa alat bukti lainnya.
"Keterangan-keterangan itu kita kumpulkan semua, karena itu akan diuji sebagai alat bukti, makanya kita butuh waktu," ucapnya.
Hingga saat ini pihak kepolisian berhati-hati dalam memastikan siapa pelaku yang menyebabkan kematian Amel yang penuh kejanggalan.
"Nanti kita lihat alat bukti yang berbicara untuk menentukan siapa yang harus bertanggung jawab. Bukannya Kasat Reskrim yang bicara, tetapi alat bukti yang akan menunjukkan ke arah mana penyelidikan ini harus dilanjutkan," lanjutnya.
Menurut Asriadi, alat bukti sudah polisi dapatkan dan tentu saja akan terus bertambah seiring berjalannya penyelidikan. Bukan hanya terkait autopsi, tapi banyak hal yang perlu polisi dapatkan.
Pihak kepolisian menyatakan akan menginformasikan setiap perkembangan kasus ini melalui media massa dan tidak akan menutup-nutupi kasus kematian Amel yang ditemukan tewas di rawa-rawa dekat Sungai Pesikng Kampung Jengan Danum, kecamatan Damai pada 13 Agustus lalu.
Editor : Uways Alqadrie