Penyalaan listrik di 11 kampung meliputi 9 kampung di Kecamatan Damai yakni kampung Besiq, Bermai, Muara Niliq, Mantar, Muara Nyahing, Lumpat Dahuq, Kelian, Muara Tokong, Muara Bomboi. Lalu 2 kampung di Kecamatan Nyuatan yakni Kampung Intu Lingau dan Lakan Bilem.
Bupati Kubar FX Yapan mengungkapkan, pembangunan jaringan listrik di Kubar sebelumnya terkendala minimnya infrastruktur. Selama dua periode kepemimpinannya, pemerintah daerah fokus membangun jalan dan jembatan ke seluruh kecamatan dan kampung.
Menurutnya, saat ini, 70 persen desa sudah terkoneksi dengan jalan dan jembatan yang berstatus jalan mantap, sehingga PLN bisa masuk karena akses jalan sudah bagus.
"Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan listrik untuk kebutuhan produktif guna meningkatkan perekonomian," harapnya.
Sementara itu General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kaltimtara Agung Murdifi mengatakan, pembangunan mencakup 61 jaringan tegangan menengah (JTM) dan 24 trafo dengan total biaya Rp 45,5 miliar.
"Biaya ini juga dibantu pemerintah daerah. Ini kolaborasi yang luar biasa, sehingga kami sangat mengapresiasi kerja sama ini," ujarnya.
Ditambahkannya dengan tambahan 11 kampung yang dialiri listrik, jumlah kampung yang tersambung listrik PLN di Kutai Barat mencapai 160 dari total 190 kampung, tersisa 30 kampung belum dialiri listrik.
Dengan demikian, rasio elektrifikasi di Kutai Barat naik dari 85 persen menjadi 87,77 persen, sementara rasio desa berlistrik meningkat dari 76,80 persen menjadi 82,99 persen. PLN menargetkan 2027, seluruh desa di Kubar sudah tersambung listrik negara.
Editor : Uways Alqadrie