KALTIMPOST.ID, Tingkat kesadaran masyarakat dalam saling menjaga keselamatan berkendara di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terbilang minim, kebanyakan pengguna jalan raya tak peduli pada keselamatan pengguna jalan lainnya.
Hal ini terlihat dari pengguna jalan yang memacu kendaraan semaunya, tidak peduli saat melintas di permukiman padat penduduk. Pengendara tetap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Belum lagi pengendara yang tak begitu peduli dengan isyarat lampu, rambu jalan bahkan marka jalan. Hal seperti ini jika diabaikan berpotensi sebabkan kecelakaan.
"Kampung kami berada di jalan yang cukup ramai lalu lintasnya, sehingga kami himbau pengguna jalan untuk bisa mengurangi kecepatan saat memasuki kampung kami, guna hindari terjadi kecelakaan seperti yang terjadi kemarin, korban meninggal dunia," ungkap Kepala Kampung Balok Asa, Susanto, Kamis (27/2/2025).
Ia menambahkan tentu dengan memacu pelan kendaraan kurangi risiko kecelakaan, yang tentunya jika terjadi kecelakaan kedua belah pihak dirugikan.
Sementara itu terpisah hal senada disampaikan warga kampung lainnya, pengguna jalan seolah tak peduli dengan pengguna jalan lainnya, memacu kendaraan sekencang- kencang baik roda dua maupun roda empat.
"Kondisi diperparah lagi beberapa hai terakhir truk- truk koridor angkutan batu bara sedang ramai melintas dengan kebut-kebutan seolah-olah berlomba, tanpa memikirkan keselamatan orang lain," ucap pria paruh baya yang menolak namanya disebut.
SUNARDI.
Editor : Muhammad Ridhuan