KALTIMPOST.ID, SENDAWAR-Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menggungkapkan bahwa sektor pertanian dan perikanan memiliki potensi besar di Bumi Tana Purai Ngeriman. Namun, saat ini masih memerlukan dukungan investasi dan teknologi dari pihak swasta.
Hal ini diungkap bupati saat memimpin Rapat Koordinasi Pekan Daerah (Peda) XI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) sebagai bagian dari persiapan menuju peda tingkat provinsi yang digelar di Kutai Barat Juni mendatang.
Perhatian utama tertuju pada pembahasan strategi peningkatan partisipasi pihak swasta dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan perikanan di daerah.
Terkait pelaksanaan Peda KTNA, bupati meminta dukungan dan partisipasi dari pelaku usaha guna suksesnya pelaksnaan kegiatan tersebut.
"Pelaku usaha lokal dapat membantu mensukseskan kegiatan tersebut, sehingga Peda XI bisa berjalan dengan sukses," ucap Bupati, Sabtu (10/5/).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Alexander Samson mengatakan, tahun ini pihaknya akan melaksanakan Peda XI yang merupakan pertemuan antara para petani dan nelayan, yang melibatkan pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di daerah dan stakeholder lainya terlibat.
"Sebagai gambaran awal, tempat pelaksanaan di TBS sebagai tempat pembukaan dan penutupan dan pameran dari 10 kabupaten atau kota," ucapnya.
Untuk gelar teknologi seperti pameran pertanian terkini, teknologi itu akan dilakukan di lahan gelar teknologi.
Pelaksanaannya sendiri dilaksanakan dari 21-27 Juni. Untuk mematangkan persiapan, Pemkab Kubar membutuhkan kerja sama dan dukungan semua.
"Karena perkerjaan itu merupakan perkerjaan yang besar, dan kami patut berbangga kerena Kabupaten Kutai Barat ditunjuk sebagai tuan rumah dalam event yang diselengarakan dalam empat tahunan, dan merupakan momen berharga untuk menunjukan yang terbaik bisa dilakukan," tutupnya.
Editor : Dwi Restu A