KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar dalam melanjutkan pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) di kecamatan Melak yang mangkrak sejak 2015 mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
DPRD Kubar memberikan dukungan melalui 10 rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2024, pada rapat paripurna baru-baru ini.
Salah satu poin rekomendasi di antaranya adalah dukungan kepada Pemkab Kubar, untuk menyelesaikan pembangunan jembatan ATJ yang menghubungkan Kecamatan Melak dengan Kecamatan Mook Manar Bulatn (MMB).
Ketua DPRD Kubar, Ridwai menegaskan keinginan untuk menyampaikan pembangunan jembatan ATJ bukan hanya dari DPRD Kubar. "Tapi ini keinginan seluruh masyarakat Kutai Barat," tegas Ridwai, Sabtu (10/5/2025).
Untuk melanjutkan pembangunan jembatan ATJ, Pemkab Kubar saat ini tengah melakukan kajian ulang terkait kelayakan rangka jembatan yang sebelumnya sudah di bangun sejak 2012 lalu.
Kemudian terkait persoalan hukum yang selalu menjadi alasan tertundanya pembangunan jembatan ATJ selama ini, Ridwai menegaskan Pemkab Kubar saat ini tengah menyiapkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk meminta Legal Opinion (LO) atau pendapat hukum dari Kejaksaan Negeri Kubar, sesuai petunjuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Artinya, ketika ada persoalan, pihak kejaksaan lah yang nantinya bantu menjelaskan, di mana yang kurang, mana yang harus dilengkapi. Kalau itu memang ada menyangkut kasus hukum, mereka juga pasti akan menjelaskan. Nah yang terjadi selama ini kan hanya praduga, masing-masing menduga bahwa ini ada masalah hukum,”imbuhnya
Senada, Anggota Tim Pertimbangan Kebijakan Bupati Kubar, Yahya Marthan berterima kasih DPRD mendukung apa yang memang menjadi visi misi serta program prioritas Bupati Frederick Edwin. Apalagi jembatan tersebut memang dibutuhkan masyarakat.
Mantan Anggota DPRD Kubar periode 2014 -2019 mengaku memang sudah ada surat resmi dari KPK dan Kejaksaan bahwa tidak ada masalah hukum, seperti yang selalu jadi alasan tertunda pembangunan jembatan ATJ.
Dukungan dari masyarakat juga muncul. Johan, warga kecamatan MMB mengaku sangat menginginkan pemkab menyelesaikan pembangunan jembatan ATJ. "Kami di seberang Melak sangat tergantung pada feri penyeberangan, padahal sangat beresiko terutama saat malam, alangkah baiknya jika jembatan selesai,kami berharap FENA selesaikan," tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo