KALTIMPOST.ID, SENDAWAR –Momentum Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah dimanfaatkan Bupati Kutai Barat, Frederik Edwin, untuk memperkuat hubungan sosial dan keagamaan di wilayahnya. Salah satunya dengan menyerahkan bantuan satu ekor sapi kurban kepada Masjid Agung Baiturrahim, Sendawar, Jumat (6/6/2025).
Penyerahan sapi kurban ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat dalam menjalin kebersamaan dan memperkuat kerukunan lintas umat beragama.
Dalam sambutannya, Bupati Frederik menyampaikan empat pesan penting yang menjadi refleksi dari makna Idul Adha. Pertama, pentingnya mempererat kerukunan dan persaudaraan sosial. “Perbedaan adalah kekayaan. Idul Adha mengajarkan bahwa nilai kemanusiaan dan pengorbanan harus jadi jembatan pemersatu bangsa,” ujarnya.
Kedua, ia mengajak masyarakat untuk aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, serta menjaga lingkungan agar tetap aman, bersih, dan nyaman bagi semua. Ketiga, Bupati mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah secara aktif dan kolaboratif.
“Dan terakhir, kami menegaskan komitmen terhadap visi dan misi pembangunan lima tahun ke depan. Pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Bupati juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas hidup umat beragama. Tahun anggaran 2025, Pemkab Kutai Barat mengalokasikan dana Rp7,49 miliar untuk kegiatan keagamaan umat Islam, seperti pembangunan masjid, mushala, safari Ramadan, bantuan umrah, hingga penyelenggaraan MTQ.
Secara keseluruhan, Pemkab Kutai Barat telah menyerahkan total 47 hewan kurban tahun ini. Sebanyak 44 ekor berasal dari pemerintah daerah dan 3 ekor lainnya merupakan bantuan dari perusahaan PT Bharinto Ekatama (BEK).
“Pembangunan keimanan dan ketakwaan memerlukan sinergi semua pihak. Mari kita satukan langkah untuk mewujudkan Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” tutup Bupati.(Adv)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko