Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Truk Pengangkut Sirtu Melintas Ugal-ugalan, Warga Kampung Asa dan Juaq Asa Hampir Habis Kesabaran

Sunardi Kaltim Post • Selasa, 10 Juni 2025 | 10:14 WIB

Warga Kampung Juaq Asa mengingatkan pengemudi truk pengangkut sirtu untuk lebih pelan saat melintas di perkampungan.
Warga Kampung Juaq Asa mengingatkan pengemudi truk pengangkut sirtu untuk lebih pelan saat melintas di perkampungan.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Belakangan ini marak aktivitas pengangkutan pasir dan batu (sirtu) dari Kampung Pepas Asa. Banyaknya truk yang melintas setiap hari dikeluhkan warga Kampung Juaq Asa dan Kampung Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat.

Tidak sedikit truk melintasi area permukiman padat pendudukan secara ugal-ugalan.

Baca Juga: Sebanyak 16 Finalis Duta dan Putri Pariwisata Sendawar Tahun 2025 Mengikuti Outbound dan Pembekalan

"Kami banyak menerima keluhan dari warga terkait aktivitas angkutan ini. Dilaporkan banyak pengemudi truk lewati permukiman padat penduduk dengan kecepatan tinggi, padahal ini rawan, banyak anak-anak," ungkap petinggi Kampung Juaq Asa, Herkolanus, Selasa (10/6/2025).

Selain itu, aktivitas angkutan ini diduga bermuatan berlebih. Menambah kerusakan jalan dalam kampung. Titik lubang bertambah banyak.

"Angkutan sirtu juga mengakibatkan debu, juga berpotensi menganggu kesehatan masyarakat," tegasnya.

Diketahui, masyarakat sudah pernah melakukan tindakan persuasif dengan menyampaikan masukkan dan saran langsung kepada pengemudi truk. Hanya saja tak digubris. Masih saja pengemudi truk banyak yang melintas dengan ugal- ugalan. Bahkan parahnya, angkutan sirtu sering melakukan konvoi.

"Ya, kami terus berusaha melakukan pendekatan baik dengan supir maupun dengan pemilik gajian C, supaya bisa mengondisikan agar truk-truk melintas tidak seperti sekarang. Kalau memang tidak mau ikuti permintaan masyarakat, silakan gunakan jalan dua jalur Bung Karno," imbuhnya.

Herkolanus juga menyampaikan jika banyak masyarakat di kampungnya yang merasa sangat terganggu dengan aktivitas angkutan sirtu yang dilakukan dengan konvoi.

"Tidak sedikit masyarakat yang meminta izin untuk menyetop angkutan ini melewati kampung. Hanya saja kami menyarankan jangan dulu dilakukan penyetopan," tandasnya.

Baca Juga: Yayasan Pendidikan Transformasi Gelar Pentas Seni, Berharap Jadi Sekolah Unggulan Kubar

Keluhan serupa juga datang dari warga Kampung Asa, yang menyoroti tingkah pengemudi yang melintas dengan ugal- ugalan.

"Ya, namanya di permukiman pasti banyak manusia. Yang kita takutkan anak-anak belum paham apa-apa, terkadang melintas begitu saja. Kita tidak menghalangi usaha orang, tapi kalau melewati permukiman, santunlah sedikit," ungkap warga yang meminta namanya tidak ditulis.

Keluhan juga datang dari pengguna jalan lainnya, yang merasa terganggu dengan aktivitas angkutan  sirtu dengan pengemudi yang sembrono.

"Saat keluar dari jalan simpang Asa, seringkali mereka (pengemudi truk) tidak mau ngalah, langsung masuk ke jalur utama. Tanpa memperhatikan arus lalu lintas dari kiri atau kanan, itu berbahaya sekali. Yang kami lihat banyak pengemudinya masih muda sekali," ungkap Iwan. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Pasir dan Batu #Sirtu #ugal-ugalan #pengemudi truk