PT BEK menggelar event yang bertajuk BERUKU FEST 2025, dengan tagline 'Jelajah Rasa dan Kreasi Kutai barat. Event BERUKU FEST berlangsung selama 2 hari pada tanggal 5 – 6 Juli 2025 di Alun-Alun Itho.
Community Development Head PT BEK, Kristinawati mengatakan kata Beruku sendiri di ambil dari Bahasa Benuaq yang merupakan salah satu etnis Dayak di kabupaten Kutai Barat yang artinya adalah Bertemu.
"Makna ini di harapkan bahwa lewat event ini PT BEK dapat bertemu dengan para stekholdernya untuk membina dan membangun kolaborasi untuk mengembangkan UMKM dan juga pelestarian seni dan budaya daerah," ujarnya, Selasa (8/7/2025).
Menurutnya hal ini tergambar dari event ini bagaimana PT BEK berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten Kutai barat dalam pelaksanaannya.
"Adapun beberapa agenda yang dilaksanakan adalah EXPO UMKM yang tidak hanya melibatkan UMKM binaan BEK, namun melibatkan juga UMKM dari Disperindakop dan juga dari Dekranasda Kutai barat, kurang lebih ada 30 lebih peserta expo," imbuhnya.
Lebih lanjut disampaikannya PT BEK berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam melaksanakan penutupan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2025.
Kegiatannya berupa penanaman pohon bersama dengan management PT BEK, eco run dan membuka bank sampah PT BEK di expo selama 2 hari tersebut.
"Selanjutnya adalah lomba tari kreasi tingkat SD dan SMP, bekerja sama dengan dinas pendidikan kabupaten kutai barat," kata Kristinawati.
Selain itu juga pada kesempatan ini PT BEK meluncurkan brand lokal yang akan menaungi semua produk binaan PT BEK, yaitu Le_Dayaq.
"Dimana melalui Brand ini kami mengambil maknanya bahwa ketika kita melihat ke hulu ternyata masih banyak potensi serta karya-karya yang luar biasa dari masyarakat binaan kami yang tentunya penuh kreatifitas dan mengunakan bahan baku yang tersedia di sekitar mereka," ujarnya.
Dan potensi tersebut menjadi sebuah karya yang dapat meningkatkan pendapatan serta ekonomi Masyarakat.
"Kami berharap lewat ada wadah ini dapat meningkatkan semangat para UMKM dalam membuat dan menciptakan produk lokal yang dapat menjadi ciri khas kutai barat," terangnya. Sehingga ada perputaran ekonomi yang baik di kabupaten kutai barat.
Hal ini merupakan salah satu kontribusi PT BEK kepada masyarakat dan juga pemerintahan kabupaten kutai barat dalam mendukung dan mengembangkan potensi lokal, bukan saja kuliner, namun juga berupa wastra, pahatan dan anyaman serta seni dan budaya.
Kegiatan Beruku Fest tahun 2025 yang digagas PT BEK disambut positif pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
"Baik positif sekali hendaknya tiap tahun dilakukan," ungkap Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani.
Ia melanjutkan kedepan diharapkan keterlibatan perusahaan yang lain selain PT BEK dan pendampingan UMKM terus bertambah. (ADV)
Editor : Almasrifah