SENDAWAR — Sejumlah warga di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengeluhkan perilaku pengemudi kendaraan perusahaan yang kerap ugal-ugalan di jalan raya. Keluhan ini muncul lantaran sudah ada insiden hampir menimbulkan kecelakaan bahkan memakan korban jiwa.
Elin, warga Barong Tongkok, mengaku pernah hampir diserempet beberapa kali oleh kendaraan jenis Light Vehicle (LV) milik perusahaan. “Saya tiga kali hampir diserempet mobil jenis LV, entah karena tidak melihat atau memang ceroboh mengemudi,” kata Elin, Rabu (9/7/2025).
Ia berharap para sopir kendaraan perusahaan lebih disiplin mematuhi aturan keselamatan, tidak hanya di area tambang tetapi juga di jalan umum yang dilalui warga setiap hari. “Pengemudi ini kan pasti melewati Induksi Safety sebelum bekerja, ya ditaati aturannya, bukan hanya di tambang tapi juga di jalan raya. Karena sudah ada beberapa korban jiwa,” tandasnya.
Hal senada diungkapkan Jailani, warga lainnya. Ia mengaku sering berpapasan dengan bus angkutan karyawan perusahaan yang melaju kencang bahkan saling salip dengan kendaraan besar lainnya, meski melewati kawasan permukiman. Tak jarang bus tiba-tiba berhenti tanpa isyarat lampu sein.
“Kami ini tidak menghambat investasi, hanya saja berharap perusahaan tetap bisa mengontrol perilaku pengemudi di jalan. Ini bukan soal menyudutkan perusahaan, tapi soal keselamatan warga kita,” tegas Jailani.
Ia pun mengingatkan agar semua pihak mengutamakan keselamatan bersama di jalan raya. “Jalan ini milik bersama. Tolong pikirkan juga kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan