KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - PT Bharinto Ekatama (BEK), dengan melibatkan jajaran Pemkab Kutai Barat (Kubar), masyarakat dan stakeholder terkait, melaksanakan penanaman pohon di hutan kota Sendawar.
Dalam rangka penutupan Hari Lingkungan Hidup 2025, management PT Bharinto Ekatama melaksanakan aksi penanaman pohon.
Pohon yang di tanam bervariasi, dari buah-buahan sampai pohon ulin dan yang fast growing, sebagai pohon pelindung.
"Selain penanaman pohon, berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kutai Barat, PT BEK juga menginisiasi membuka bank sampah selama dua hari di area kegiatan Expo Beruku Fest 2025," ungkap HSEC Head PT BEK, Cipto Hadi Purnomo, Jumat (11/7/2025).
Dalam kesempatan ini team enviro PT BEK juga berkesempatan melakukan sosialisasi terkait pengelolaan sampah plastik dan pemilahan sampah.
"Sesuai dengan tema tahun ini adalah hentikan polusi plastik. Diharapkan kita bisa lebih bijak dalam menggunakan produk berbahan plastik yang dapat menghasilkan sampah yang sulit terurai. Dan hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama," lanjut Cipto Hadi Purnomo selaku HSEC Head yang membawahi bidang pengelolaan lingkungan.
Hadir dalam kegiatan penanaman pohon ini Wakil Bupati Kutai barat Nanang Adriani, Kadis Lingkungan Hidup Kutai Barat Ali Sadikin, Pj kadis pariwisata FX Sumardi, Sekretaris Dinas Pendidikan Seki, dan Kabag Ops Polres Kutai barat, Kompol E Teguh S.
Sementara itu turut hadir managemen PT BEK, Hadi Wahyu Setyo Pramono sebagai perwakilan dari KTT PT BEK bersama team enviromental.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup PT BEK kali ini berbeda karena ditutup resmi oleh wakil bupati. Hal ini menjadi sebuah momen kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan, yang diharapkan dapat terus berjalan dengan baik.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda dari Beruku Fest 2025 yang diinisiasi PT BEK. Nama Beruku diambil dari Bahasa Benuaq yang menjadi salah satu etnis Dayak di Kabupaten Kutai Barat, yang artinya adalah bertemu. Dengan nama ini, diharapkan bahwa lewat event ini PT BEK dapat bertemu dengan para stekholders dan juga masyarakat untuk membina dan membangun kolaborasi.
Terpisah kepala Dinas Lingkungan Hidup Kubar Ali Sadikin mengatakan, kegiatan penanaman pohon oleh PT BEK di hutan kota merupakan yang terbesar dengan luasan 14 hektare dari 52 hektare lahan yang tersedia.
"Untuk penanaman pohon di hutan kota ini terbuka untuk siapa saja, karena ke depan hutan kota akan digunakan untuk pembelajaran, guna mengenalkan jenis pohon misalnya pohon ulin, bengkirai, dan sebagainya," jelasnya.
Namun menurut kepala DLH sementara ini tanaman masih campur ada tanaman pioner untuk tanaman tutupan dan tanaman lokal.
"Ke depan kita upayakan untuk penanaman pohon lokal Kutai Barat, misalnya tanaman buah," ujarnya.
Dan terkait bank sampah PT BEK, Ali Sadikin menyambut positif pasalnya melalui bank sampah turut mengurangi jumlah sampah yang langsung dibuang tanpa pemilahan terlebih dahulu. (*)
Editor : Duito Susanto