Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga Kubar Keluhkan Lubang Jalan Nasional Makin Parah, Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan

Sunardi Kaltim Post • Jumat, 11 Juli 2025 | 17:23 WIB
KERUSAKAN: Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di beberapa titik di kawasan ibu kota Kubar, mulai dari Kelurahan Simpang Raya, Kampung Sumber Sari, hingga sejumlah kampung di Kecamatan Sekolaq.
KERUSAKAN: Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di beberapa titik di kawasan ibu kota Kubar, mulai dari Kelurahan Simpang Raya, Kampung Sumber Sari, hingga sejumlah kampung di Kecamatan Sekolaq.

SENDAWAR — Kerusakan ruas jalan nasional di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kian memprihatinkan. Sejumlah warga pun mengeluhkan kondisi ini karena lubang-lubang besar di jalan aspal semakin parah setiap harinya.

Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di beberapa titik di kawasan ibu kota Kabupaten Kutai Barat, mulai dari Kelurahan Simpang Raya, Kampung Sumber Sari, hingga sejumlah kampung di Kecamatan Sekolaq Darat.

“Kerusakan jalan semakin parah, lubang-lubang di jalan aspal semakin dalam,” keluh Fajri, salah seorang warga, Jumat (11/7/2025).

Menurutnya, perbaikan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) hingga kini belum maksimal. Ia menilai, penanganan jalan selama ini hanya bersifat tambal sulam.

“Paling cuma ditimbun pakai sertu atau batu split, setelah itu selesai. Kekuatan paling hanya hitungan hari,” ujarnya kesal.

Tak hanya itu, Fajri juga menyoroti kontribusi para pengguna jalan bertonase berat seperti truk angkutan buah sawit dan CPO yang menurutnya turut memperparah kondisi jalan. Sayangnya, perusahaan angkutan tersebut dinilai tak punya itikad memperbaiki kerusakan jalan yang mereka lalui.

“Ya mereka ini ogah-ogahan perbaiki jalan, padahal mereka juga yang jadi penyumbang kerusakan jalan,” sesalnya.

Ia berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat duduk bersama membahas solusi konkret. Salah satunya, kata dia, adalah mengembalikan status jalan nasional itu menjadi jalan kabupaten agar Pemkab Kubar bisa lebih leluasa melakukan perbaikan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

Editor : Muhammad Ridhuan
#bbpjn #kerusakan ruas jalan #Kutai Barat