Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pelatihan dan Penguatan Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa Se-Kutai Barat, Wabup; Harus Transparan dan Akuntabel

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 7 Agustus 2025 | 12:20 WIB
PENGUATAN: Sesi foto bersama Wabup Kubar Nanang Adriani dan Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono bersama narasumber serta peserta pendidikan dan pelatihan.
PENGUATAN: Sesi foto bersama Wabup Kubar Nanang Adriani dan Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono bersama narasumber serta peserta pendidikan dan pelatihan.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR -
Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Pusdiklatnas) menggelar pelatihan dan penguatan pengawasan pengelolaan keuangan desa atau kampung se-Kutai Barat.

Kegiatan ini ikuti 40 peserta dari belasan kampung dan digelar di Aula Hotel Sidodadi, Simpang Raya Barong Tongkok, Kamis (7/8/2025).

Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani menyambut positif kegiatan untuk memberikan edukasi kepada pemerintah kampung atau desa dalam pengelolaan keuangan.

"Ini saatnya kita harus mengetahui bagaimana mengelola keuangan desa dengan baik dan benar. Sebab baik belum tentu benar, tapi benar sudah tentu baik," tutur Nanang Adriani.

Lanjut dalam kegiatan ini, pihak pelaksana menggandeng penegak hukum yang bisa memberikan informasi yang benar sesuai regulasi yang ada.

"Jangan sampai terjadi hal-hal tak diinginkan, dan intinya kita ingin keuangan desa dikelola dengan pertanggungjawaban yang jelas, transparan, dan akuntabel," ucapnya.

Sehingga akhirnya pengelolaan keuangan desa betul-betul dapat dipercayai oleh masyarakat dan sisi lain penggunaan dana desa dirasakan manfaat oleh masyarakat.

"Pelatihan ini melibatkan APH, sehingga kita yakin outputnya sangat bermanfaat, oleh karena kita dorong pemerintah kampung untuk ikuti kegiatan positif ini," tandasnya.

Sementara itu Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono membeberkan selama ini dari faktor pengawasan secara administrasi mungkin ada yang kurang teliti atau mungkin tidak dikonsultasikan.

"Sehingga sebenarnya laporan keuangan itu benar, tapi karena administrasi atau cara yang digunakan salah, jadi terlihat itu salah," jelas kapolres.

Terpisah Ketua Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), Armansyah, menyampaikan dukungan dan apresiasi positif pelaksanaan kegiatan pendidikan dan penguatan pengelolaan keuangan desa.

Petinggi kampung Pepas Eheng tersebut menambahkan melalui kegiatan pelatihan ini memberikan edukasi untuk pengelolaan keuangan yang baik, transparan dan akuntabel.

"Sehingga petinggi, aparatur dan lembaga adat kampung, bisa bersinergi dengan pemkab untuk menyukseskan pembangunan daerah, " tutupnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#Pemkab Kubar #Pengelolaan Keuangan Desa #polres kubar #Wabup Kubar Nanang Adriani