SENDAWAR - Petinggi Kampung Muara Tae, Kecamatan Jempang menyampaikan pengunduran dirinya sebagai petinggi Kampung Muara Tae kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Dalam surat pengunduran diri itu disebutkan tiga alasan.
Petinggi Muara Tae, Santi menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi dan keluarga atas kesalahan baik sengaja maupun tidak sengaja selama menjabat. Ia juga berterima kasih atas kepercayaan masyarakat. Ia berharap, tidak ada yang berasumsi negative di balik pengunduran dirinya.
"Memang benar saya mengundurkan diri tanpa adanya paksaan dari siapapun. Karena ada tiga alasan yang sudah tertera di surat pengunduran diri saya," tegasnya kepada Kaltim Post, Rabu (17/9/2025).
Selain itu, kata dia, ada harga diri yang harus diperbaiki. “Saya buktikan kebenarannya atas tuduhan kepada saya dan proses hukum saat ini sedang berjalan. Saya juga tidak gila jabatan. Saya menjabat hanya ingin mengabdi dan membantu memperbaiki sistem administrasi kampung yang konon katanya sebelum saya menjabat agak kurang rapi dalam segala hal," ucapnya.
Melalui pengunduran dirinya, ia ingin memberi kesempatan kepada putra putri asli Muara Tae untuk memimpin kampungnya sendiri menjadi lebih baik lagi. Menurutnya, ada pihak yang merasa paling pintar dan paling benar dan paling mampu, tapi tidak berani mengajukan diri untuk memperbaiki kampungnya sendiri.
"Saya hanya mau bilang masyarakat yang menilai siapa mereka dan akan saya buktikan tanpa jabatan pun berkat Tuhan tidak akan tertukar dan salah tempat," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kubar, Erik Victory mengaku surat pengunduran diri sudah diterima. "Tapi saat ini masih dalam pembahasan internal bersama pimpinan, dan kami harapkan agar petinggi dapat mempertimbangkan kembali keputusannya," ucapnya.
Adapun tiga alasan disampaikan dalam surat pengunduran diri petinggi Kampung Muara Tae. Pertama, mengikuti suami pindah ke Samarinda. Kedua, ingin lebih fokus mengurus keluarga. Ketiga, ingin lebih fokus mengembangkan usaha pribadi yang dijalani sebelum menjabat kepala kampung. (*)
Editor : Sukri Sikki