KALTIMPOST.ID-Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pelestarian naskah kuno.
Salah satu langkah penting yang didorong ialah mendaftarkan naskah kuno yang dimiliki masyarakat ke perpustakaan atau museum daerah.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kubar Yosef Stevanson melalui Kepala Bidang Perpustakaan Sepinus menjelaskan, naskah kuno merupakan bagian penting dari kekayaan budaya masa lampau.
Naskah tersebut ditulis dalam berbagai bahasa dan aksara, serta menggunakan beragam media, seperti daun lontar, kertas daluang, bambu, atau kulit kayu.
“Naskah kuno tidak hanya berisi kesusasteraan, tetapi juga memuat informasi penting tentang agama, hukum, adat istiadat, obat-obatan, teknik, dan berbagai pengetahuan lainnya,” ujar Sepinus, Senin (6/10).
Menurutnya, tujuan utama pendaftaran naskah kuno adalah mencegah kepunahan warisan budaya tersebut.
Naskah kuno memiliki nilai sejarah dan identitas budaya bangsa yang sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan.
Selain itu, pendaftaran ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan kepedulian masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal.
Dengan pendaftaran resmi, baik dalam bentuk fisik maupun digital, naskah akan lebih mudah diakses dan terdokumentasi dengan baik.
“Masyarakat yang memiliki naskah kuno, baik secara perorangan, keluarga, maupun komunitas adat, diharapkan memahami pentingnya menjaga dan melestarikan naskah tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelestarian naskah kuno tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas.
Peran aktif masyarakat dapat dilakukan melalui edukasi, dokumentasi, serta penyimpanan dan perawatan naskah secara baik.
Sebagai tindak lanjut, Diarpus Kubar akan menggelar kegiatan sosialisasi dan diskusi publik mengenai pentingnya naskah kuno.
Kegiatan itu diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan budaya.
“Kami mengajak masyarakat untuk mendaftarkan naskah kuno ke perpustakaan dan museum agar warisan ini tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (rd)
SUNARDI
Editor : Romdani.