KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Dalam upaya memperkaya literatur lokal, wawasan dan pengenalan, serta pengetahuan tentang adat dan budaya Kabupaten Kutai Barat (Kubar), sejumlah penulis lokal yang tergabung dalam Perkumpulan Bina Benua Puti Jaji, baru-baru ini melakukan presentasi laporan pendahulan penulisan buku kebudayaan tahun 2025.
Salah satu penulis, Paulus Kadok mengatakan, penulisan buku ini bertujuan berpartisipasi dalam program pelestarian kebudayaan dan adat istiadat di Kabupaten Kubar melalui penulisan buku-buku kebudayaan. "Penulisan tujuh buku ini bekerja sama dengan Disdikbud Kubar," ujarnya kepada Kaltim Post, Minggu (19/10/2025).
Pada kesempatan ini, Paulus Kadok menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin atas kebijakannya yang mendukung penulisan buku kebudayaan Kutai Barat.
Paulus Kadok, menulis buku 101 Nasihat Bijak dalam ritual perkawinan adat Dayak Benuaq. Intisari dari buku ini adalah kumpulan petuah yang diberikan kepada pasangan yang melaksanakan ritual perkawinan adat, agar mereka kelak bahagia dan langgeng dalam menjalankan rumah tangganya.
Penulis lainnya, Fidelis Nyongka menulis tiga buku berjudul Pelangi Sendawar yang berisi kumpulan cerita rakyat Kubar dan buku Sejarah Lamin Tolan, Mancong, Benung dan Pepas Eheng, serta buku Monas dan Ringeeng Jilid II.
Dr Jumri Yedi menulis buku berjudul Strategi Pembangunan dan Pelestarian Adat dan Hukum Adat Budaya Rentenukng Berbasis Komunitas Lokal. Buku ini mengulas perjalanan pemikiran untuk menemukan strategi tepat dalam kaitannya dengan upaya untuk melestarikan adat dan hukum adat budaya Rentenuukng.
Kemudian, Inosensius Syukur menulis buku Sejarah Kampung-Kampung di kawasan Linggang, Buku ini menghasilkan model pelestarian sejarah lokal yang dapat diadaptasi di wilayah lain, melalui dokumentasi komperenhensif sejarah kampung-kampung di Kecamatan Linggang Bigung.
Hal tersebut sebagai upaya melestarikan warisan budaya serta memperkuat identitas Dayak Tonyooi Rentenuukng di Kabupatan Kubar. Terakhir, buku Pesan Eskatologis Dalam Ritual Kematian Dayak Benuaq, ditulis oleh Simon Seboraga. (*)
Editor : Sukri Sikki