SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat kembali memberikan dukungan bagi pembangunan kehidupan beragama melalui program ziarah ke Yerusalem dan Mekkah. Tahun 2025, puluhan peserta dijadwalkan berangkat setelah seluruh persyaratan administrasi, termasuk paspor, selesai diproses.
Kepala Bagian Kesra Setdakab Kutai Barat, Suwila, menyebut pembangunan bidang keagamaan memiliki peranan strategis dalam membentuk peradaban dan memperkuat kerukunan masyarakat. Program ziarah ini, katanya, merupakan bentuk perhatian sekaligus apresiasi pemerintah daerah kepada para tokoh agama yang selama ini berkontribusi menjaga keseimbangan spiritual dan sosial di masyarakat.
“Kesempatan ziarah ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap peran tokoh agama dalam membangun mental spiritual dan menjaga kerukunan di Kutai Barat,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Selain sebagai penghargaan, program ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan para pemimpin umat beragama. Ziarah ke tanah suci dipandang memiliki nilai historis, moral, serta spiritual yang penting bagi umat, sekaligus memperdalam iman dan pemahaman keagamaan.
Suwila menambahkan bahwa keberagaman agama di Kutai Barat harus selalu dirawat melalui toleransi dan saling menghormati antarpemeluk, karena menjadi fondasi kuat bagi persatuan daerah.
Salah satu tokoh agama, Pendeta Faktor Fallo, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah.
“Perhatian Pemkab Kutai Barat sangat luar biasa. Semoga rencana ini berjalan lancar dan Tuhan memberkati pemerintah daerah,” ujarnya.