Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kapal Tenggelam di Sungai Mahakam, Delapan Orang Masih Menghilang, Begini Kronologinya

Sunardi Kaltim Post • Selasa, 11 November 2025 | 09:44 WIB
PENCARIAN: Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, hingga pihak terkait berupaya pencarian korban kapal tenggelam di perairan kampung Muara Leban.
PENCARIAN: Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, hingga pihak terkait berupaya pencarian korban kapal tenggelam di perairan kampung Muara Leban.

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR-Polres Kutai Barat bersama unsur TNI, BPBD, dan pihak terkait lainnya mendirikan posko bantuan dan Tim SAR terpadu, sebagai bentuk respons cepat terhadap tragedi tenggelamnya kapal penyeberangan tradisional di perairan Sungai Mahakam, Kampung Muara Leban, Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat..

Posko tersebut difungsikan sebagai pusat koordinasi pencarian dan pertolongan terhadap delapan korban yang masih dinyatakan hilang, serta penyaluran bantuan bagi korban selamat. Insiden itu diketahui terjadi pada Senin (10/11) sekitar pukul 20.00 Wita, kapal tradisional bermuatan barang dan karyawan perusahaan PT Borneo Damai Lestari (BDL) tenggelam setelah air masuk di bagian depan ponton.

Kasat Polairud Polres Kutai Barat Iptu Norman Syarif menjelaskan, pertama mereka mendirikan posko sebagai  langkah strategis agar seluruh unsur gabungan dapat berkoordinasi dengan baik dalam upaya pencarian korban.

“Polres Kutai Barat bersama BPBD, TNI, dan masyarakat sekitar telah mendirikan posko search and rescue (SAR) di lokasi kejadian. Posko itu berfungsi sebagai pusat informasi, posko logistik, dan tempat penyaluran bantuan bagi para korban selamat,” terangnya.

Selain mendirikan posko SAR, personel gabungan juga menyiapkan tenda darurat dan perahu karet untuk memudahkan proses pencarian di sepanjang aliran Sungai Mahakam. Hingga saat ini, 20 korban telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara delapan lainnya masih dalam proses pencarian.

"Kami fokus pada pencarian korban dan memastikan para korban selamat mendapat bantuan yang layak. Polres Kutai Barat akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait hingga seluruh korban ditemukan,” ungkapnya.

Masyarakat sekitar Kampung Muara Leban juga turut membantu dengan memberikan dukungan logistik dan tenaga dalam proses pencarian. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman, sementara tim gabungan terus melanjutkan operasi SAR dengan penuh kehati-hatian mengingat arus sungai  deras.

Selama pencarian delapan korban tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Kampung Linggang Muara Leban, Kecamatan Long Iram, Kutai Barat (Kubar), belum membuahkan hasil, hingga Selasa (11/11) pukul 09.23 Wita. Jajaran kepolisian menyarankan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Saran itu disampaikan agar tidak menggangu upaya pencarian korban tenggelam.

Masyarakat sekitar Kampung Muara Leban turut membantu dengan memberikan dukungan logistik dan tenaga dalam proses pencarian. Posko itu berfungsi sebagai pusat informasi, posko logistik, dan tempat penyaluran bantuan bagi para korban selamat. Di samping itu menggunakan perahu karet untuk memudahkan proses pencarian di sepanjang aliran Sungai Mahakam.

Kepala Kampung Linggang Muara Leban, Aydin, melaporkan awal kejadian, terjadi musibah kecelakaan kapal penyeberangan selebar 4 meter dan panjang 16 meter, mengangkut semen termasuk 28 penumpang bermaksud menuju ke pelabuhan PT Borneo Damai Lestari (DBL) di Kampung Ujoh Halang.

20 orang selamat dan 8 orang masih dilakukan pencarian menyusuri di lokasi kejadian. Termasuk memuat beberapa unit sepeda motor. (*)

Editor : Dwi Restu A
#sungai mahakam #kapal tenggelam #Kutai Barat