KALTIMPOST. ID, SENDAWAR - Warga Kecamatan Mook Manar Bulatn (MMB) mendukung penuh upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) menyelesaikan pembangunan jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ). Proyek itu terhenti pada 2016 setelah bergantinya pemimpin daerah.
Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan MMB menemui Camat MMB untuk menyampaikan dukungan dilanjutkannya pembangunan jembatan ATJ. "Kami menyampaikan dukungan melalui Camat Pit Anugerah kepada Pemkab Kubar untuk menyelesaikan jembatan ATJ. Karena bagi kami jembatan ini adalah urat nadi perekonomian," ungkap tokoh pemuda, Rendy kepada Kaltim Post, Jumat (14/11/2025).
Ia berharap dukungan dari semua pihak termasuk dari DPRD Kubar. "Kami berharap DPRD Kubar jangan hanya mencari celah hukumnya saja, namun juga membantu mencari solusi ke Kejaksaan bahkan KPK, dalam upaya penyelesaiannya, " tegasnya.
Sementara itu, Camat MMB Pit Anugerah AP menyambut positif dukungan yang diberikan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, warga kecamatan MMB.
"Pada intinya kami bersama tokoh pemuda,tokoh masyarakat mendukung program, pak Bupati untuk kelanjutan pembangunan jembatan pak karena itu yang sangat diharapkan secara khusus masyarakat MMB, " ucapnya.
Dukungan tersebut disampaikan masyarakat menyusul adanya potensi jembatan ATJ tak bisa dilanjutkan pembangunan karena belum mengantongi Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan.
Untuk diketahui pembangunan jembatan ATJ, yang menghubungkan dua kecamatan yakni MMB dan Melak, dan juga jalur alternatif menuju Samarinda terhenti pembangunannya, padahal dalam APBD tahun 2016, tersedia anggaran senilai Rp 300 miliar untuk menyelesaikan sambungan bentangan jembatan tersebut.
Namun sayangnya walaupun anggaran tersedia di APBD tahun 2016 tidak digunakan untuk menyelesaikan pembangunan jembatan ATJ. Anehnya lagi anggaran yang tersedia untuk penyelesaian tersebut dalam APBD Perubahan 2016 menghilang. Hingga akhirnya jembatan ATJ mangkrak pembangunannya. (*)
Editor : Sukri Sikki