Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jalan Utama Mendadak Licin di Linggang Mapan, Warga Cemas Setiap Kali Hujan

Sunardi Kaltim Post • Minggu, 23 November 2025 | 08:59 WIB

Kondisi jalan aspal berlumpur di kawasan Gunung Subakng Linggang Mapan.
Kondisi jalan aspal berlumpur di kawasan Gunung Subakng Linggang Mapan.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Kawasan perbukitan di Linggang Mapan kembali menjadi sorotan. Beberapa hari terakhir, pengguna jalan yang melintas merasakan perubahan drastis pada kondisi ruas aspal yang biasanya mulus.

Keluhan mulai bermunculan seiring cuaca yang kerap turun hujan. Di jalur utama penghubung Kecamatan Barong Tongkok–Linggang Bigung itu, warga mendapati permukaan jalan berubah mirip lintasan tanah basah.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Harga Sawit Turun, Kebijakan PKH Dinilai Ancam Masa Depan Petani Swadaya

Masuk ke titik berita, keluhan warga mengarah pada satu penyebab: tanah yang terbawa roda truk angkut material dari kawasan Gunung Subakng, Kampung Linggang Mapan, Kutai Barat.

Tanah tersebut menumpuk di badan jalan, lalu berubah menjadi lumpur ketika diguyur hujan.

Akibatnya, sekitar 100 meter ruas jalan menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.

“Licin, rawan terjadi laka, terutama bagi kami yang pakai motor. Harusnya jalan itu dibersihkan,” ujar Arya, warga yang melintas, Minggu (23/11/2025).

Ia menilai kondisi tersebut muncul karena tanah yang menempel di roda kendaraan yang keluar-masuk saat mengangkut material.

Beberapa hari terakhir, tidak tampak upaya pembersihan atau penyiraman jalan oleh pihak yang beraktivitas di area tersebut.

Keluhan serupa datang dari warga lainnya. Mereka menegaskan perlu adanya tindakan cepat sebelum terjadi insiden yang merugikan pengguna jalan.

Baca Juga: Tema dan Logo Hari Guru Nasional 2025 Beserta Maknanya: Versi Kemendikdasmen dan Kemenag

“Semestinya pihak yang punya kegiatan di area itu melakukan pembersihan atau menyiram jalan. Jangan dibiarkan begitu saja. Apa tunggu ada korban?” ucap seorang warga dengan nada kesal. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#berlumpur #jalan utama #licin #setelah hujan #Kutai Barat #rawan kecelakaan