SENDAWAR - Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait belum optimalnya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Hingga memasuki bulan ke-10 masa jabatannya sejak dilantik pada 20 Februari 2025, realisasi anggaran dinilai belum berjalan sesuai harapan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kutai Barat. Selama sekitar 10 bulan menjabat, Pemerintah Daerah memang belum optimal dalam menyerap APBD 2025,” ujar Frederick Edwin saat ditemui Kaltimpost.id, Kamis (25/12/2025).
Baca Juga: Pengamanan Natal 2025 di Kutai Barat Berjalan Lancar, Bupati Apresiasi Peran Aparat dan Masyarakat
Edwin menjelaskan, rendahnya penyerapan anggaran dipengaruhi sejumlah faktor, baik teknis maupun administratif. Salah satu kendala utama berasal dari proses lelang proyek yang belum tuntas, sehingga sejumlah pekerjaan fisik belum dapat direalisasikan di lapangan.
Selain itu, ia mengakui masih terdapat keterlambatan administrasi pencairan anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Kondisi tersebut berdampak pada tertundanya pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan.
“Kendala teknis di lapangan, proses lelang yang belum selesai, serta administrasi pencairan yang terlambat di beberapa OPD menjadi faktor utama belum optimalnya realisasi anggaran,” jelasnya.
Bupati juga menyinggung aspek kinerja OPD yang dinilai masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam mengeksekusi program dan kegiatan yang telah dialokasikan anggaran cukup besar.
Menurut Edwin, kunci utama peningkatan penyerapan APBD berada di tangan OPD sebagai pelaksana teknis. Masih terdapat OPD dengan porsi anggaran besar, namun belum mampu memaksimalkan penggunaannya secara efektif dan tepat waktu.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berencana melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari reformasi mekanisme perencanaan dan penganggaran, peningkatan koordinasi antarlembaga, hingga penguatan kinerja teknis OPD.
“Harapannya pada tahun 2026, serapan APBD bisa lebih optimal dan benar-benar berdampak langsung pada pembangunan serta kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan