Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ganjal Batu di Tanjakan Gunung Punai Kubar Dibiarkan, Pengendara Lain Terancam

Sunardi Kaltim Post • Selasa, 6 Januari 2026 | 08:56 WIB

Batu yang digunakan sebagai ganjal kendaraan di tanjakan Gunung Punai dibiarkan di badan jalan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
Batu yang digunakan sebagai ganjal kendaraan di tanjakan Gunung Punai dibiarkan di badan jalan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pengguna jalan di ruas Linggang Bigung–Barong Tongkok mengeluhkan kebiasaan pengemudi yang meninggalkan batu ganjal kendaraan di kawasan tanjakan Gunung Punai, Kutai Barat. Batu-batu tersebut kerap dibiarkan di badan jalan dan dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya.

Keluhan itu muncul karena batu yang digunakan sebagai ganjal kendaraan macet atau gagal menanjak umumnya berukuran cukup besar. Namun, setelah kendaraan kembali berjalan, batu tersebut sering kali tidak disingkirkan.

Salah seorang pengguna jalan, Talis, menyayangkan perilaku pengemudi yang dinilainya tidak bertanggung jawab. Menurutnya, batu ganjal yang ditinggalkan bisa memicu kecelakaan.

Baca Juga: Tabrakan Beruntun 6 Kendaraan di Simpang Kenyamukan Sangatta, Diduga Dipicu Sopir Mabuk

“Ini ulah yang tidak bertanggung jawab. Batu tersebut tidak dibuang, padahal kelalaian seperti ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan lain,” ujar Talis, Selasa (6/1/2026).

Ia menambahkan, kejadian serupa sudah sering ditemui di kawasan Gunung Punai. Padahal, pengemudi yang menggunakan batu sebagai ganjal seharusnya membersihkan kembali jalan setelah tidak dipakai.

“Batu yang dipakai biasanya besar. Kalau sudah tidak digunakan, seharusnya dibuang. Demi keselamatan bersama, sering kali kami yang lewat justru harus menyingkirkannya,” ucapnya.

Baca Juga: Profil Gustavo Petro, Presiden Kolombia yang Membela Palestina dan Kini Masuk Radar Trump

Sebagai sesama pengguna jalan umum, Talis berharap kesadaran pengemudi dapat ditingkatkan. Menurutnya, keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama dan tidak boleh diabaikan.

Untuk diketahui, tanjakan Gunung Punai dikenal cukup curam. Kondisi tersebut kerap menyebabkan kendaraan bermuatan berat tidak kuat menanjak dan akhirnya menggunakan batu di parit sebagai ganjal sementara.

Sayangnya, batu ganjal itu sering ditinggalkan di jalan. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua, terlebih saat melintas pada malam hari dengan jarak pandang terbatas. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Barong Tongkok #batu #Linggang Bigung #ganjal #Gunung Punai