KALTIMPOST.ID-Wacana pembangunan jalan alternatif penghubung Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Kartanegara (Kukar) dari Melak menuju Kota Bangun mendapat sambutan positif dari masyarakat Kubar.
Rencana tersebut dinilai mampu memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan, khususnya bagi warga yang selama ini bergantung pada jalur poros nasional untuk menuju Samarinda dan sekitarnya.
Ahmad, warga Melak, mengatakan pembangunan jalan alternatif itu sangat dinantikan masyarakat.
Menurutnya, jalur baru tersebut akan memberikan pilihan akses yang lebih efisien dibandingkan rute yang ada saat ini.
“Kalau memang dibangun, tentu sangat bagus. Jalur itu bisa memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan,” ujarnya, Sabtu (31/1).
Selama ini, warga Kubar yang hendak menuju Samarinda harus menempuh perjalanan lebih dari 300 kilometer melalui jalan poros nasional.
Kondisi tersebut dinilai melelahkan, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan angkutan logistik yang melakukan perjalanan rutin.
Wacana pembangunan jalan alternatif ini sebelumnya disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kubar Adrianus.
Ia menyebutkan, apabila akses Melak–Kota Bangun dapat tersambung, jarak tempuh hanya sekitar 146 kilometer.
Artinya, jarak perjalanan dapat dipangkas hampir 100 kilometer dibandingkan jalur nasional yang selama ini digunakan.
Selain memperpendek jarak, keberadaan jalan alternatif ini juga diyakini akan memangkas waktu tempuh secara signifikan serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat.
Jalur tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung strategis antardaerah, sekaligus mendukung mobilitas ekonomi dan distribusi barang.
Saat ini, sebagian warga Kubar memilih menggunakan jalan alternatif milik perusahaan hutan tanaman industri (HTI) untuk menuju Samarinda.
Jalur tersebut dianggap lebih cepat dan memiliki kondisi jalan yang relatif lebih baik, meski bukan merupakan akses publik.
Rencana pembangunan jalan alternatif ini memiliki total panjang sekitar 146,48 kilometer. Rinciannya, sepanjang 104,24 kilometer berada di wilayah Kutai Kartanegara dan 42,40 kilometer di wilayah Kubar. Dari total tersebut, sekitar 15,73 kilometer merupakan ruas jalan baru yang akan dibuka.
Masyarakat berharap rencana ini dapat segera direalisasikan agar akses antarwilayah semakin terbuka dan ketergantungan pada satu jalur utama dapat dikurangi. (rd)
SUNARDI
Editor : Romdani.