KALTIMPOST.ID-Satu unit ponton atau tongkang tanpa muatan dengan nomor lambung Kalimantan 78 dilaporkan hanyut di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Kecamatan Tering, Kutai Barat, Kamis (5/2) sore.
Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga yang beraktivitas di sekitar pelabuhan Tering.
Tongkang itu hanyut tanpa pengawalan kapal tugboat dan terbawa arus Sungai Mahakam yang sedang deras.
Warga sempat khawatir ponton tersebut akan menabrak rakit, perahu nelayan, maupun fasilitas dermaga di sekitar lokasi.
Kapolsek Long Iram Ipda Usman menjelaskan, tongkang tersebut rencananya akan digunakan untuk mengangkut batu bara milik PT Harindo Wahana. Jetty perusahaan berada di kawasan hulu Kampung Tering Seberang.
“Tongkang itu sebelumnya sudah dalam posisi tambat di jetty. Namun diduga tali tambatnya putus, sehingga saat arus Sungai Mahakam meningkat, ponton terbawa arus dan hanyut hingga melewati pelabuhan Tering,” jelas Usman.
Menurutnya, peristiwa tersebut langsung ditangani dengan cepat oleh pihak terkait. Setelah dilakukan upaya pengamanan, tongkang berhasil dievakuasi dan ditarik kembali menuju pelabuhan milik perusahaan.
Usman memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian tersebut.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengamanan tambatan kapal, terutama saat debit air Sungai Mahakam meningkat.
“Peristiwa ini menjadi pengingat agar pengelola aktivitas pelayaran lebih waspada, terutama saat kondisi arus sungai sedang deras,” tegasnya. (rd)
Editor : Romdani.