KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah strategis menyusun penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.
Forum itu menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor agar kebijakan yang dihasilkan lebih efektif dan tepat sasaran.
Bupati Kubar Frederick Edwin menegaskan, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing daerah.
Ia berharap SDM Kubar tidak hanya kompeten, tetapi juga inovatif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kita ingin SDM Kubar tidak hanya kompeten, tetapi juga inovatif dan berdaya saing. Untuk itu dibutuhkan sinergi kuat seluruh perangkat daerah,” ujar Frederick, Kamis (12/2).
Ia menyebut indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan.
Saat ini, IPM Kubar masih berada di peringkat kedelapan dari 10 kabupaten/kota di Kaltim. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi catatan serius yang harus segera dibenahi. “Tentu ini menjadi catatan serius bagi kita semua,” tegasnya.
Selain IPM, tingkat kemiskinan di Kubar memang menunjukkan tren penurunan, namun masih relatif tinggi dibandingkan daerah lain.
Ketimpangan akses terhadap sumber daya ekonomi dan layanan dasar masih dirasakan, terutama di wilayah pedalaman dan kampung terpencil.
“Kondisi ini harus dijawab dengan kebijakan yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkeadilan,” ujarnya.
Bupati menyoroti tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang mengalami penurunan dari 5,58 persen pada 2024 menjadi 5,21 persen pada 2025.
Meski menunjukkan progres positif, ia menilai capaian tersebut belum cukup untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan di daerah.
Ke depan, kebijakan ketenagakerjaan diharapkan fokus pada penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan daerah.
“Langkah ke depan harus diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta pemberdayaan ekonomi lokal,” harapnya.
Melalui FGD itu, kata dia, pemerintah daerah berharap memperoleh evaluasi program yang objektif dan berbasis data.
Forum tersebut juga diharapkan mampu mengidentifikasi tantangan dan kelemahan secara jujur, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, penguatan sinergi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan dinilai penting agar program pembangunan tidak berjalan secara sektoral.
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, perencanaan matang, dan keputusan berbasis data,” terang dia.
FGD itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Kubar memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang melalui peningkatan kualitas SDM.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis data, diharapkan pembangunan di Kubar semakin inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah pedalaman. (rd)
SUNARDI
Editor : Romdani.