SENDAWAR – Kongregasi Missionariorum a Sacra Familia (MSF) memperingati 100 tahun karya misi di Kalimantan pada 27 Februari 2026. Peringatan satu abad pelayanan tersebut dirangkai dengan kegiatan napak tilas hingga misa syukur yang digelar di Paroki Tering, Gereja Keluarga Suci.
Napak tilas dilakukan dengan mengunjungi Kampung Laham di Kabupaten Mahakam Ulu. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan kunjungan kekeluargaan, pemasangan prasasti, serta pembaruan kaul kebiaraan sebagai bentuk refleksi atas perjalanan panjang karya misi para misionaris.
Baca Juga: Karang Taruna Kubar Berbagi Takjil Gratis di Melak
Camat Tering Yosep Ngau menjelaskan, rangkaian peringatan juga diisi dengan misa syukur yang dipusatkan di Paroki Tering. Ibadah dipimpin Pastor Yohanes B. Marharsono MSF selaku Provinsial MSF Provinsi Kalimantan.
“Selain misa syukur, peringatan ini juga diisi dengan napak tilas ke Kampung Laham sebagai bagian dari refleksi perjalanan karya misi MSF di Kalimantan,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Misa tersebut turut dihadiri Pastor Yohanes Risdiyanto MSF dari Provinsial MSF Provinsi Jawa, Pastor Agustinus Gunawan MSF selaku Asisten II/Ekonom KASRI, serta Pastor F.X. Sutarno MSF yang menjabat Pastor Paroki Keluarga Suci Tering. Selain itu hadir pula 51 pastor, bruder, dan frater MSF.
Yosep menambahkan, peringatan ini menjadi penanda satu abad dedikasi para misionaris MSF sejak kedatangan pertama mereka di Kalimantan pada 1925–1926. Dari wilayah ini, karya pelayanan kemudian berkembang hingga ke berbagai daerah, termasuk Pulau Jawa.
Secara historis, Kampung Tering menjadi salah satu pusat awal pelayanan misi MSF di Kalimantan. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada 1928 wilayah Tering mulai dikembangkan sebagai pusat pelayanan misi.
Baca Juga: Preservasi Sp Belusuh-Mentiwan: Kontraktor Mulai Hampar Agregat dan Pekerjaan Drainase
Perkembangan pelayanan tersebut kemudian ditandai dengan berdirinya bangunan Gereja Katolik di Tering sekitar tahun 1933.
Dalam perjalanan pelayanan, para misionaris MSF menempuh berbagai tantangan. Mereka harus melakukan perjalanan panjang melalui sungai dan hutan untuk menjangkau komunitas masyarakat Dayak di Tering dan wilayah sekitarnya.
Peringatan 100 tahun karya misi MSF tahun ini mengusung tema “Berjalan Bersama Keluarga dan Kaum Muda Membawa Pengharapan”.
“Selain misa syukur, juga dilakukan pelantikan panitia puncak peringatan 100 tahun MSF di Paroki Kristus Raja Barong Tongkok,” pungkas Yosep.
Editor : Muhammad Ridhuan