KALTIMPOST.ID, SENDAWAR–Ribuan jemaah memadati Masjid Agung Baiturrahim Barong Tongkok, Kutai Barat, untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi hari gema takbir berkumandang menambah suasana khusyuk dan penuh kebersamaan.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin turut hadir bersama masyarakat dalam pelaksanaan Salat Id. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesehatan dan kesempatan merayakan Idulfitri.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya di hadapan jemaah.
Baca Juga: Gema Takbir di Masjid Al Qomar Samarinda, Momen Idul Fitri yang Penuh Makna
Frederick berharap ibadah puasa selama Ramadan mampu membawa perubahan positif bagi umat Islam. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum memperkuat iman dan takwa serta membentuk pribadi yang lebih baik.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan suci, seperti kepedulian terhadap sesama, semangat berbagi, serta memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Bupati menekankan bahwa Idulfitri menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi dan menjaga persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kutai Barat.
“Mari kita terus menjaga suasana yang aman, tertib, dan penuh toleransi agar kehidupan masyarakat tetap rukun dan damai,” katanya.
Pada kesempatan itu, Frederick juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan melalui program hibah dan bantuan sosial.
Hibah tersebut mencakup kegiatan operasional keagamaan seperti umrah, ziarah, MTQ, bantuan hewan kurban, hingga kegiatan Natal Oikumene. Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan hibah pembangunan dan sarana prasarana untuk peningkatan fasilitas rumah ibadah, baik masjid, musala, gereja, maupun rumah pastori.
Pemkab Kutai Barat juga memberikan bantuan sosial terencana seperti beasiswa bagi masyarakat kurang mampu yang berprestasi, dukungan kegiatan hari raya keagamaan, seminar, lokakarya, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Baca Juga: Kapolri Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Mulai 24 Maret, Pemudik Diminta Waspada
Selama Safari Ramadan tahun ini, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kepada 15 masjid. Masing-masing masjid menerima bantuan sebesar Rp15 juta untuk mendukung kegiatan keagamaan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan sosial tidak terencana bagi masyarakat yang mengalami musibah seperti kebakaran, banjir, tanah longsor, hingga bantuan biaya pengobatan bagi warga kurang mampu.
Frederick menegaskan bahwa penyaluran hibah dan bantuan sosial tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Untuk hibah pembangunan dan sarana prasarana, bantuan dibatasi maksimal Rp200 juta. Sementara bantuan sosial terencana maksimal Rp15 juta.
Ia juga mengingatkan bahwa hibah dan bantuan sosial tidak diberikan secara terus-menerus, kecuali sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Adapun penerima hibah dan bantuan sosial tersebut meliputi badan, yayasan, organisasi kemasyarakatan, serta rumah ibadah di wilayah Kutai Barat.(*)