KALTIMPOST. ID, SENDAWAR- Saat Lebaran dan cuti bersama terjadi peningkatan volume penumpang di layanan Kapal Feri penyeberangan Melak. Lonjakan terjadi dari dua arah, baik dari Kecamatan Melak menuju Kecamatan Mook Manaar Bulat (MMB) maupun sebaliknya.
Karena belum ada alternatif lain untuk menyeberangi Sungai Mahakam di area tersebut, feri menjadi napas transportasi utama bagi warga.
"Ya terjadi peningkatan jauh dibandingkan hari biasa," ungkap salah satu motoris kapal feri, Selasa (24/3/2026).
Sementara itu, salah satu warga, Iskandar mengaku menyeberang menggunakan jasa kapal feri karena ini akses satu- satunya jika ingin membawa kendaraan menyeberang untuk bersilaturahmi dengan keluarganya.
"Kita harus bawa kendaraan pribadi, karena tidak ada angkutan umum. Jasa feri kita gunakan untuk menyeberang," ujarnya.
Tingginya masyarakat menggunakan jasa kapal feri di Kecamatan Melak saat Lebaran dan cuti bersama, ini menunjukkan betapa krusialnya konektivitas antarwilayah, terutama saat momen silaturahmi hari besar. Fenomena ini sebenarnya adalah sinyal kuat mengenai kebutuhan infrastruktur yang lebih permanen.
Ketergantungan pada feri membuat masyarakat sangat menantikan kelanjutan pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ). Kehadiran jembatan ini akan berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Kutai Barat. (*)
Editor : Ismet Rifani