KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Barat (Kubar) mematangkan rencana konstruksi dan rekonstruksi sejumlah jalan strategis melalui rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di Ruang Diklat Sekretariat Daerah, Senin (30/3).
Agenda itu difokuskan pada penentuan prioritas ruas jalan serta penyelarasan teknis pembangunan di wilayah yang memiliki karakter geografis dan aktivitas industri tinggi.
Plt Asisten III Setkab Kubar Mobilala menjelaskan, sejumlah ruas jalan yang direncanakan bersifat “crossing” karena melintasi area izin usaha pertambangan khusus milik perusahaan.
Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi intensif dengan pihak perusahaan agar pembangunan dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas operasional maupun keselamatan pengguna jalan.
“Untuk ruas jalan di seberang Melak, mulai dari ujung Jembatan ATJ hingga perbatasan Kutai Kartanegara, sudah difasilitasi melalui mediasi dengan perusahaan sektor perkebunan dan kehutanan,” ujarnya.
Ia menegaskan, rapat ini diharapkan menghasilkan kesepakatan konstruktif antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan.
Terlebih, pembangunan jalan penghubung menuju Kutai Kartanegara telah disepakati bersama antara Pemkab Kubar, Pemkab Kutai Kartanegara, dan Pemprov Kaltim, serta akan ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (MoU).
Sementara itu, perwakilan Bappelitbangda Kubar Merisa Dilang memaparkan progres pembangunan sejumlah ruas jalan prioritas.
Di antaranya ruas Kampung Muara Bunyut menuju Muara Beloan yang masih memiliki beberapa titik terputus, khususnya pada segmen Muara Bunyut hingga simpang TSA.
Selain itu, ruas simpang TSA menuju Kampung Muara Beloan serta jalur Kampung Mendung–Jerang Melayu juga masuk dalam prioritas pembangunan.
Kedua ruas tersebut direncanakan dikerjakan melalui skema multiyears contract (MYC) dalam kurun tiga tahun ke depan.
Di sisi lain, perwakilan manajemen perusahaan, Heri, menyampaikan bahwa pihaknya telah membangun jalan operasional sepanjang 83,7 kilometer yang saat ini turut dimanfaatkan masyarakat.
Infrastruktur tersebut dinilai telah berkontribusi dalam mendukung aktivitas ekonomi di wilayah sekitar.
Namun demikian, pihak perusahaan mengingatkan pentingnya aspek keselamatan jika jalan tersebut difungsikan sebagai jalur umum. Tingginya intensitas kendaraan operasional menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
“Dengan lalu lintas yang cukup padat, perlu kajian matang dari sisi keselamatan sebelum dibuka untuk umum,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan perwakilan perusahaan lainnya, Luh, yang menekankan perlunya kajian teknis menyeluruh, termasuk aspek topografi dan titik crossing.
Ia juga mendorong keterlibatan perusahaan di sekitar wilayah tersebut dalam mendukung pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Kubar membuka opsi pembangunan flyover sebagai solusi untuk memisahkan jalur umum dan jalur operasional perusahaan.
Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan keselamatan sekaligus mempercepat konektivitas antarwilayah di Kubar. (rd)
Editor : Romdani.