KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Capaian positif tercatat dalam indikator kesejahteraan sosial di Kabupaten Kutai Barat. Berdasarkan data statistik terbaru dalam tahun 2026 angka pengangguran terbuka dan kemiskinan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir.
Data Kondisi Indikator Makro Daerah tahun 2026 menunjukkan tren positif pada dua sektor utama pembangunan manusia, berdasar data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), tahun 2023 sebesar 6,16 persen, pada tahun 2025 tercatat 5,21 persen. Terjadi penurunan sebesar 0,95 persen.
Kemudian Tingkat Kemiskinan data mencatat pada tahun 2023, sebesar 9,72 persen, lalu pada tahun 2025 sebesar 8,72 persen. Terjadi penurunan sebesar 1,00 persen.
Menanggapi data tersebut, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin memberikan apresiasi namun tetap memberikan catatan kritis bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menekankan bahwa penurunan ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras, bukan justru membuat kinerja mengendur.
"Saya minta dukungan seluruh OPD untuk memaksimalkan penyerapan anggaran pada tahun berjalan," tegas Frederick, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya penyerapan anggaran yang cepat dan tepat sasaran adalah kunci utama dalam menstimulasi ekonomi kerakyatan.su
"Kita melihat ada tren penurunan yang baik, namun saya meminta seluruh OPD tidak cepat berpuas diri. Serap anggaran secara maksimal dan arahkan pada program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujar bupati.
Ia berharap dengan penyerapan anggaran yang lebih progresif, intervensi pemerintah terhadap angka pengangguran dan kemiskinan bisa memberikan dampak yang lebih signifikan di masa mendatang.
Hal ini mencakup, penciptaan lapangan kerja melalui proyek strategis daerah.
Pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM. Penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran bagi masyarakat rentan.
Dengan optimalisasi anggaran, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat optimistis dapat terus menekan angka kemiskinan hingga mencapai target yang lebih rendah di tahun-tahun berikutnya.
Pada kesempatan ini ia juga memberikan apresiasi sekaligus penghargaan kepada para pengusaha dan pimpinan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Barat atas komitmen mereka dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Langkah ini dinilai sebagai kontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Sinergi antara sektor swasta dan masyarakat setempat adalah kunci stabilitas ekonomi daerah. Dengan memberikan kesempatan kerja bagi warga lokal, perusahaan tidak hanya menjalankan kewajiban operasional, tetapi juga membangun hubungan industrial yang harmonis. (*)
Editor : Ismet Rifani