KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU 65.757.001 Melak, Kecamatan Melak, Kutai Barat, Senin (6/4/2026) pagi. Kondisi ini memicu keresahan warga karena mengganggu akses utama di kawasan Sekolaq Oday.
Deretan kendaraan roda empat yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) terlihat mengular hingga menutup sebagian badan jalan. Antrean bahkan dilaporkan membentang dari Simpang Puskesmas Melak hingga ke depan Perumahan Korpri.
Situasi ini dinilai lebih parah dibandingkan hari biasa. Biasanya antrean hanya terjadi di satu jalur, namun kali ini memanjang hingga berkilometer dan menyisakan ruang sempit bagi kendaraan lain untuk melintas.
Baca Juga: Beruang Madu Muncul di Kutim, BKSDA Pasang Kandang Jebak di Dekat Permukiman
Penyempitan jalan menjadi persoalan utama. Lebar jalan yang terbatas semakin tertekan oleh antrean kendaraan yang memakan badan jalan, sehingga memperlambat arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Padahal, jalur ini merupakan akses vital menuju kawasan perkantoran dan permukiman padat penduduk. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, terutama terkait keselamatan dan efisiensi waktu perjalanan.
Warga pun mendesak adanya penanganan segera dari pihak berwenang agar kondisi serupa tidak terus berulang.
Salah seorang warga, Aris, meminta aparat kepolisian maupun Dinas Perhubungan turun langsung untuk mengatur lalu lintas di sekitar SPBU.
Baca Juga: Mangkrak 3 Tahun, Puskesmas Dilang Puti Dilanjutkan dengan Anggaran Rp7,1 Miliar
“Kami berharap ada pengaturan yang lebih tegas. Jangan sampai badan jalan habis untuk antrean, sehingga pengguna jalan lain dirugikan. Perlu skema khusus agar antrean tidak menumpuk di titik vital seperti Simpang Puskesmas ini,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, kepadatan kendaraan masih terjadi di lokasi. Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait penyebab lonjakan antrean BBM tersebut. (*)
Editor : Ery Supriyadi