SENDAWAR – Di tengah deru pembangunan dan geliat industri yang kian masif di Kabupaten Kutai Barat, risiko kecelakaan kerja maupun pencemaran lingkungan akibat bahan kimia menjadi ancaman nyata yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai menyusun langkah strategis. Pada Selasa (14/04/2026), suasana Ruang Rapat Kantor Bappeda Litbang tampak serius saat Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Barat, Kamius Junaidi, memimpin jalannya Rapat Persiapan Gladi Kedaruratan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta Limbah B3 (LB3).
Dalam arahannya, Kamius Junaidi memberikan apresiasi tinggi kepada DLH atas inisiasi langkah preventif ini. Ia menggarisbawahi bahwa kesiapan mental dan sistem jauh lebih berharga daripada sekadar dokumen di atas kertas.
“Komitmen dalam pengelolaan B3 dan LB3 harus diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan, tidak hanya sebatas memenuhi kewajiban administratif,” tegas Kamius di hadapan peserta rapat.
Ia menambahkan bahwa korelasi antara aktivitas industri dan potensi risiko lingkungan sangatlah erat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah protokol yang terstruktur, sistematis, dan terkoordinasi dengan baik untuk meminimalisir dampak buruk bagi masyarakat maupun ekosistem jika terjadi keadaan darurat.
Pj. Sekda berharap seluruh pihak terkait memanfaatkan waktu persiapan yang ada untuk memperhatikan detail sekecil apa pun. Harapannya, saat simulasi dilaksanakan, seluruh personel mampu bergerak efektif sesuai Standard Operation Procedure (SOP) yang telah ditetapkan.
Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3PK), Joshua, dalam laporannya memaparkan bahwa rapat koordinasi ini merupakan fondasi awal menuju agenda besar, yakni Gladi Lapangan yang dijadwalkan pada 19 Mei 2026 mendatang
Poin-poin utama yang menjadi fokus persiapan meliputi, Kesiapan Personel, Kelengkapan Sarana, Sinkronisasi Antar-Lembaga.
“Kegiatan gladi ini adalah upaya strategis untuk memastikan teknis di lapangan matang. Kami sangat menekankan kesiapan sarana dan peralatan,” jelas Joshua. (*)
Editor : Ismet Rifani