SENDAWAR – Peningkatan kualitas jalan nasional ruas Sp Belusuh–Sp Damai–Mentiwan (Melak), Kabupaten Kutai Barat, terus menunjukkan progres signifikan.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 1.8 kini mempercepat dua komponen penting proyek, yakni Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP).
PPK 1.8 BBPJN Kaltim, Andi Muhammad Ruli Akib, mengungkapkan bahwa Batching Plant telah berdiri dan seluruh komponen mesin sudah terpasang.
Jika tidak ada kendala, fasilitas produksi beton tersebut diperkirakan mulai beroperasi dalam pekan ini.
Baca Juga: RSUD Panglima Sebaya Sabet 3 Penghargaan Nasional, Ini Kunci Suksesnya
“Seluruh komponen sudah terpasang. Saat ini kami masuk tahap pengujian teknis. Begitu dinyatakan laik produksi, pekerjaan perkerasan beton semen atau rigid pavement akan langsung dimulai,” ujar Ruli, Rabu (15/4/2026).
Kesiapan Batching Plant ini didukung kondisi lapangan yang telah matang. Lahan untuk pekerjaan rigid pavement sudah tersedia di sejumlah titik krusial.
Di antaranya, Ruas 2 Simpang Damai–Barong Tongkok yang telah siap sepenuhnya. Sementara Ruas 3 Barong Tongkok–Mentiwan difokuskan di kawasan depan Tugu Jam Thomas-Didik, Melak.
Dengan kesiapan tersebut, mobilisasi material beton dari Batching Plant diharapkan berjalan efektif untuk mengejar target kemantapan jalan.
Di sisi lain, perakitan Asphalt Mixing Plant (AMP) juga terus dikebut. Berbeda dengan Batching Plant yang siap uji, AMP masih dalam tahap pemasangan komponen utama.
“Untuk AMP, estimasi pemasangan selesai pada pertengahan hingga akhir Mei. Setelah itu akan dilakukan pengujian kelayakan sebelum produksi aspal dimulai,” jelas Ruli.
Percepatan ini menjadi kabar baik bagi konektivitas di Kutai Barat. Dengan beroperasinya Batching Plant dan menyusul AMP milik kontraktor PT Brahmakerta Adiwira, kendala logistik material dapat ditekan.
Hal ini diharapkan membuat durasi pekerjaan lebih efisien tanpa mengurangi standar kualitas yang ditetapkan Kementerian PUPR. (*)
Editor : Ery Supriyadi