Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Proyek Jalan Sp Blusuh-Batas Kalteng, Tahap Rigid Beton Dimulai, Pengendara Wajib Waspada!

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 23 April 2026 | 19:36 WIB
DIMULAI: Pekerjaan utama rigid beton dimulai untuk preservasi ruas Sp Belusuh - Batas Kalteng.
DIMULAI: Pekerjaan utama rigid beton dimulai untuk preservasi ruas Sp Belusuh - Batas Kalteng.

SENDAWAR – Penantian masyarakat terhadap peningkatan kualitas jalur penghubung antarprovinsi mulai menunjukkan titik terang. Proyek preservasi jalan yang menghubungkan Simpang (Sp) Blusuh menuju Batas Kalimantan Tengah (Kalteng) kini memasuki tahapan krusial, yakni pengecoran badan jalan menggunakan semen (rigid pavement).

​Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) melalui PPK 1.9, Joko Sidik mengatakan pekerjaan fisik ini mulai digarap tepat di STA 6+000, atau sekitar kilometer 6 dari Simpang Kalteng.

"Langkah ini diambil untuk menggantikan struktur jalan lama yang dinilai butuh perkerasan ekstra guna menahan beban kendaraan logistik yang melintas di wilayah tersebut," jelasnya, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga: Kursi Sekda Kubar Mulai Dilelang, PNS se-Kaltim Berpeluang Rebut Jabatan Tertinggi ASN

​Sementara itu, Kontraktor PT Bumi Karsa melalui, Kabag Teknik Lalu Syamsul Watoni mengatakan pekerjaan rigid pavement, bukan sekadar semen biasa, material yang digunakan dalam proyek ini mengacu pada standar teknis tinggi.

Tahapan diawali dengan hamparan lean concrete (LC) atau lapisan dasar dengan mutu fc 10 MPa. Setelah fondasi dasar ini siap, tim lapangan segera menyusul dengan perkerasan utama rigid pavement menggunakan beton mutu FS 45.

​"Beton mutu FS 45 ini dirancang khusus untuk memiliki kekuatan lentur dan daya tahan tinggi terhadap beban lalu lintas berat. Ini penting mengingat jalur ini adalah urat nadi distribusi logistik antarprovinsi," ungkapnya.

​Untuk menjamin kualitas, seluruh material beton diproduksi secara terpusat melalui batching plant. Metode ini memastikan campuran semen, agregat, dan air tetap homogen dan terkontrol ketat sebelum dihamparkan ke badan jalan.

Baca Juga: Proyek Jalan Muara Muntai–Blusuh Tak Sekadar Aspal, Warga Ikut Dapat Penghasilan

​Di balik progres positif ini, masyarakat pengguna jalan diingatkan untuk menyiapkan kesabaran ekstra. Proses pengecoran jalan dipastikan akan berdampak pada penyempitan lajur di titik pengerjaan.

​Terpisah warga Kecamatan Bentian Besar, Sudar menyambut positif dimulai pekerjaan utama preservasi ruas jalan tersebut.

"​Alhamdulillah kalau sudah mulai di-rigid. Selama ini kalau hujan jalannya licin dan banyak lubang dalam. Kalau sudah dibeton begini, kami sopir-sopir jadi lebih tenang, mesin mobil juga tidak cepat ‘jajan’ (rusak)," cetus Sudar.

​Nada serupa disampaikan oleh Syarifah, Ia berharap kualitas beton benar-benar sesuai standar agar jalan tersebut tidak cepat hancur akibat beban kendaraan berat yang melintas tiap jam.

​"Kami senang ada perbaikan, karena ini akses utama. Harapannya kualitasnya bagus supaya awet bertahun-tahun. Kalau jalannya mulus, ekonomi di sini juga pasti lebih hidup," tuturnya.

Peningkatan jalan ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga lokal, tetapi juga memangkas biaya logistik yang selama ini terkendala akibat kondisi infrastruktur yang kurang mumpuni di perbatasan Kaltim-Kalteng.

Editor : Muhammad Ridhuan
#rigid pavement #batas Kalimantan Tengah #Batching Plant #Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional