Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tata Kawasan Melak, Pemkab Kubar Bakal Tertibkan Shelter UMKM

Sunardi Kaltim Post • Rabu, 29 April 2026 | 12:57 WIB
PEMBAHASAN SERIUS: Rapat koordinasi rencana penataan shelter UMKM dilakukan jajaran Pemkab Kubar guna memberikan kenyamanan. 
PEMBAHASAN SERIUS: Rapat koordinasi rencana penataan shelter UMKM dilakukan jajaran Pemkab Kubar guna memberikan kenyamanan. 

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR-Wajah pusat ekonomi di Kecamatan Melak, Kutai Barat (Kubar), bakal segera dipoles. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat berencana melakukan penataan dan penertiban terhadap sejumlah shelter Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di wilayah tersebut. 

Langkah itu diambil guna menciptakan kawasan yang lebih rapi, bersih, dan representatif bagi warga maupun wisatawan yang berkunjunjung ke lokasi. ​Rencana itu dimatangkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten II (Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan SDA) Setdakab Kubar, Ali Sadikin, di ruang rapat kantor Sekretariat Daerah, Rabu (29/4).

Baca Juga: Dukung Aspirasi Aksi 21 April, Fraksi PKB DPRD Kaltim Syaratkan Hak Angket Harus Berdampak Nyata

Ali Sadikin menegaskan, penertiban itu bukan bertujuan mematikan roda ekonomi masyarakat kecil, melainkan murni untuk penataan estetika kota dan kenyamanan bersama. Dia menjamin pemerintah tidak akan bertindak represif, atau melakukan pembongkaran secara mendadak.

​“Tidak langsung ditertibkan begitu saja. Ada tahapannya. Mengedepankan sosialisasi terlebih dahulu dan memberikan surat resmi kepada para pelaku usaha yang menempati shelter tersebut,” ujar Ali Sadikin.

​Menurutnya, pendekatan persuasif sangat penting agar para pedagang memiliki waktu, guna menyesuaikan diri dengan aturan baru. Pemkab menginginkan kawasan Melak yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan di Kubar tidak terlihat kumuh. “Penertiban bukan untuk membatasi aktivitas UMKM, melainkan untuk menata agar lebih tertib, bersih, dan berdaya saing. Kami ingin kawasan Melak menjadi lebih representatif sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Bupati Kukar Bidik Participating Interest di Blok Ganal, Perkuat Peran BUMD di Sektor Migas 

​Dalam rapat tersebut, tim teknis mulai melakukan pendataan menyeluruh terhadap jumlah shelter yang ada. Selain itu, pemerintah juga mengevaluasi sejauh mana fasilitas yang diberikan selama ini dimanfaatkan secara optimal oleh pedagang.

​Ali menambahkan, penataan diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan Melak. Jika lingkungan bersih dan terorganisir, diharapkan jumlah pengunjung akan meningkat, dab akhirnya berdampak positif pada omzet para pelaku UMKM itu sendiri. “Harapannya kebijakan itu tepat sasaran dan tetap humanis. Kmai ingin ekonomi lokal tumbuh berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek keindahan kota,” pungkasnya.

Baca Juga: Akhiri Keluhan Kendaraan Rusak, Warga dan Sopir Kompak Dukung Pembetonan Jalur Jengan Danum  

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Linden Hulu, Kepala Bagian Perekonomian Iwan, serta Danramil 0912-12 Melak Lettu INF M Wahyudi, untuk memastikan koordinasi keamanan di lapangan berjalan kondusif. (*)

 

Editor : Dwi Restu A
#umkm #Kutai Barat #Melak