Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perkuat Budaya Baca ke Kampung-Kampung, Bupati Frederick Edwin Kukuhkan Bunda Literasi Kecamatan se-Kubar

Sunardi Kaltim Post • Rabu, 29 April 2026 | 20:51 WIB
Bupati Frederick Edwin saat mengukuhkan Bunda Literasi Kecamatan se-Kutai Barat untuk memperluas jangkauan minat baca.
Bunda Literasi Kubar, Maria Christina Moses Edwin, saat mengukuhkan perwakilan Bunda Literasi Kecamatan. Langkah ini menjadi tonggak penguatan minat baca hingga ke pelosok kampung. (FOTO: IST)

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mendorong penguatan gerakan literasi hingga ke tingkat kecamatan. Upaya itu ditandai dengan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kubar, Rabu (29/4), sebagai langkah memperluas jangkauan peningkatan minat baca berbasis keluarga dan lingkungan terdekat.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan komitmen pemerintah daerah tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui penguatan sarana dan layanan literasi. Pembangunan infrastruktur perpustakaan dan peningkatan kualitas layanan disebut menjadi prioritas agar akses pengetahuan merata.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap aktivitas membaca. “Fokus utama kita adalah mengubah persepsi membaca dari sebuah ‘tugas’ menjadi sebuah ‘kegemaran’ di masyarakat,” tegas Frederick Edwin.

Menurutnya, keluarga menjadi titik awal dalam membangun budaya literasi. Karena itu, ia menginstruksikan Dinas Arsip dan Perpustakaan bersama Bunda Literasi Kabupaten untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Tim Penggerak PKK.

Baca Juga: Tata Kawasan Melak, Pemkab Kubar Bakal Tertibkan Shelter UMKM

Langkah tersebut diharapkan mampu menjangkau unit sosial terkecil, yakni keluarga, sebagai basis pembentukan karakter dan keterampilan generasi mendatang. Bunda Literasi Kutai Barat, Maria Christina Moses Edwin, menambahkan bahwa konsep literasi kini tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis. Ia menilai literasi telah berkembang mencakup berbagai kecakapan yang relevan dengan kehidupan modern.

“Literasi kini mencakup kecakapan digital, sains, finansial, hingga budaya. Semuanya bermuara pada kemampuan individu untuk memecahkan masalah sehari-hari secara cerdas,” ungkapnya.

Ia berharap Bunda Literasi Kecamatan dapat menjadi motor penggerak yang inovatif di wilayah masing-masing. Dukungan camat di 16 kecamatan dinilai penting untuk memastikan program literasi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dari tingkat provinsi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, Lisa Hasliana, menekankan peran strategis Bunda Literasi dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Ia mengingatkan bahwa fungsi perpustakaan kini telah berubah signifikan. “Perpustakaan bukan lagi ‘gudang buku’ yang sunyi atau sekadar tempat penata buku. Sekarang, perpustakaan harus inklusif—terbuka bagi seluruh kalangan, usia, dan menyentuh seluruh bidang pembangunan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kutai Barat, Yosef Stevanson, menyebut pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan memiliki dasar hukum yang kuat, merujuk pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan.

Sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai lomba literasi yang melibatkan pelajar. Mulai dari lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak, menggambar tingkat sekolah dasar, hingga puisi dan mendongeng tingkat sekolah menengah atas.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan minat baca sejak dini. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat optimistis, penguatan literasi berbasis keluarga dan komunitas akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan berdaya saing. (riz)

 
 
Editor : Muhammad Rizki
#bunda literasi #Frederick Edwin #Pemkab Kubar