KALTIMPOST.ID-Dinamika internal olahraga di Kutai Barat (Kubar) memanas. Sebanyak 27 cabang olahraga (cabor) dari total 31 cabor aktif secara resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubar Agus Herawan untuk periode 2025–2029.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung para perwakilan cabor dalam pertemuan bersama Bupati Kubar Frederick Edwin, Rabu (29/4) malam.
Langkah itu menjadi sinyal kuat adanya ketidakpuasan mayoritas pemangku kepentingan olahraga terhadap jalannya organisasi.
Para pengurus cabor menilai, roda organisasi KONI Kubar tidak berjalan sesuai harapan. Sejumlah program pembinaan atlet dinilai belum optimal, sementara komunikasi internal disebut tidak berjalan efektif.
Kondisi itu memicu dorongan kuat untuk dilakukan pembenahan menyeluruh, termasuk pada struktur kepemimpinan.
“Mosi ini merupakan bentuk keprihatinan kami terhadap kondisi organisasi. Kami ingin ada perubahan agar pembinaan olahraga di Kubar bisa berjalan lebih baik,” ungkap salah satu perwakilan cabor dalam pertemuan tersebut.
Dukungan terhadap langkah tersebut terus menguat. Sejumlah pihak menilai, mosi tidak percaya yang disampaikan mayoritas cabor mencerminkan kebutuhan mendesak akan reformasi tata kelola organisasi olahraga di daerah.
Menanggapi hal itu, Frederick menyatakan dukungannya terhadap aspirasi para cabor. Ia menilai langkah tersebut perlu disikapi secara serius demi menjaga keberlangsungan pembinaan atlet di Kubar.
“Saya mendukung penuh permintaan para ketua cabor. Ini penting untuk masa depan olahraga di Kubar agar tetap berkembang dan berprestasi,” tegasnya.
Menurutnya, stabilitas organisasi menjadi faktor penting dalam mendukung pencapaian prestasi atlet.
Jika konflik internal tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan akan berdampak pada persiapan atlet menghadapi berbagai agenda kompetisi ke depan.
Situasi ini menjadi perhatian karena mosi tidak percaya tersebut didukung mayoritas mutlak cabor aktif.
Dengan komposisi tersebut, desakan perubahan kepemimpinan dinilai memiliki legitimasi kuat di kalangan insan olahraga Kubar.
Para pengurus cabor menilai, pergantian kepemimpinan atau regenerasi organisasi menjadi langkah paling realistis untuk memulihkan kepercayaan.
Selain itu, pembenahan sistem manajemen dinilai penting agar program pembinaan atlet berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari ketua KONI Kubar terkait mosi tidak percaya tersebut. Namun, dinamika yang berkembang telah menjadi perhatian luas di lingkungan olahraga daerah.
Para pihak berharap ada langkah konkret dalam waktu dekat untuk menyelesaikan persoalan ini.
Tujuannya agar polemik organisasi tidak mengganggu fokus atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi berbagai ajang, termasuk agenda kompetisi tingkat provinsi dan nasional.
Jika tidak segera ditangani, konflik internal ini berpotensi menghambat upaya peningkatan prestasi olahraga di Kubar yang selama ini terus didorong oleh berbagai pihak. (rd)
Editor : Romdani.